kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Fitch Solutions: Target makroekonomi APBN 2020 makin sulit tercapai


Kamis, 27 Februari 2020 / 16:37 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (3/1).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitch Solutions memprediksi pemerintah akan mencatatkan defisit APBN yang lebih lebar pada tahun ini, yaitu mencapai 2,5% terhadap produk domestik bruto (PDB), dari prediksi sebelumnya yaitu 1,8% PDB. 

Lembaga riset risiko negara dan industri ini juga menilai, sentimen wabah Covid-19 yang makin buruk membuat target-target makroekonomi dalam APBN 2020 makin sulit terpenuhi. 

Baca Juga: Gara-gara efek virus corona, Fitch prediksi penerimaan APBN 2020 cuma naik 3%

Dalam laporan terbaru,  Fitch Solutions Country Risk & Industry Research,  penerimaan negara pada tahun ini diproyeksi hanya akan tumbuh sebesar 3% yoy, jauh di bawah target pemerintah 13% dalam APBN 2020.

Pasalnya, target penerimaan dalam APBN didasarkan pada asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3% dan harga minyak mentah US$ 65 per barel. Sementara Fitch Solutions memproyeksi, ekonomi Indonesia hanya akan tumbuh sekitar 5,1% dan harga minyak mentah diperkirakan pada level US$ 62 per barel. 

Baca Juga: Fitch Solution Group prediksi defisit APBN 2020 capai 2,5% dari PDB




TERBARU

[X]
×