kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Fitch Ratings perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan hanya 5,1%


Rabu, 21 Agustus 2019 / 21:27 WIB
Fitch Ratings perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan hanya 5,1%
ILUSTRASI. Fitch Ratings perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan hanya 5,1%

Reporter: Bidara Pink | Editor: Komarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fitch Ratings menilai asumsi pertumbuhan ekonomi Indonesia di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020 terlalu optimistis. Lembaga pemeringkat tersebut memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan hanya sekitar 5,1%.

Dalam laporan bertajuk "Indonesia Budget Reflects Prudent Fiscal Stance" dan dipublikasikan, Selasa (20/8), Fitch menyebutkan, anggaran Indonesia pada tahun 2020 berfokus pada beberapa masalah penting untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi dalam jangka menengah, seperti pendidikan dan vokasi, birokrasi yang lebih efisien, dan juga pencepatan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Ini lima fokus kebijakan pemerintah untuk genjot perekonomian Indonesia tahun 2020

Dampak dari itu semua adalah pertumbuhan ekonomi mungkin akan bisa berjalan, tetapi memang membutuhkan waktu. Namun, menurut Fitch, bila rencana pemerintah benar diimplementasikan dengan baik, tentu target pertumbuhan ekonomi bisa saja tercapai.

Sementara itu, untuk asumsi inflasi dan nilai tukar rupiah di tahun 2020, Fitch memilki kesamaan proyeksi dengan pemerintah, yaitu masing-masing sebesar 3,1% dan Rp 14.400 per dolar AS.

Fitch juga menilai kebijakan mempertahankan defisit fiskal yang rendah  sebagai tindakan yang bijaksana. Target defisit anggaran pada tahun depan sebesar 1,8% dari produk domestik bruto (PDB) jauh di bawah pagu yang ditetapkan yang sebesar 3% PDB, dan tidak berubah banyak dari target defisit anggaran tahun ini yang sebesar 1,9%.

Baca Juga: Ini sejumlah sektor andalan pemerintah capai target pertumbuhan ekonomi 5,3%

Fitch menambahkan BUMN memiliki peran penting untuk terus membiayai dan menyelenggarakan pembangunan infrastruktur. Namun, BUMN juga harus hati-hati dengan kemungkinan meningkatnya tingkat utang mereka.



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×