kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Fitch proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tak capai target 5,4%


Jumat, 16 Maret 2018 / 19:07 WIB
Fitch proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tak capai target 5,4%
ILUSTRASI. Fitch Ratings


Reporter: Ghina Ghaliya Quddus | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya akan mencapai 5,3% tahun ini. Padahal, sebelumnya Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat menjadi 5,4% di tahun 2018 dari 5,1% di tahun 2017.

Angka tersebut diproyeksikan oleh Fitch saat menaikkan rating utang jangka panjang dalam mata uang asing dan lokal Indonesia ke BBB dari BBB- dengan outlook Stable. Proyeksi 5,3% tersebut juga lebih rendah daripada yang ditargetkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang sebesar 5,4%.

Dalam laporan Fitch yang diterima KONTAN, Fitch memberikan catatan bahwa perekonomian Indonesia berakhir pada 2017 dengan menggembirakan, dengan investasi yang meningkat pada kuartal keempat.

“Belanja investasi tumbuh 6,2% di atas 2017, laju tercepat sejak tahun 2012. Investasi mendapat dorongan dari peningkatan belanja infrastruktur, seperti yang ditunjukkan oleh kenaikan yang mencolok dalam output konstruksi sejak awal 2016,” tulis Fitch seperti dikutip KONTAN, Jumat (16/3).

Adapun, kenaikan harga komoditas juga membantu meningkatkan belanja modal. Oleh karena itu, Fitch berharap investasi terus berlanjut dan didukung oleh kebijakan makro.

Pemerintah sendiri dipandang telah berkomitmen untuk meningkatkan belanja infrastruktur publik, terutama melalui perusahaan milik negara, sementara Bank Indonesia (BI) tahun lalu sudah memotong tingkat suku bunga kebijakan dua kali.

BI juga dinilai telah melakukan beberapa langkah-langkah kehati-hatian dalam beberapa tahun terakhir, misalnya dengan meningkatkan rasio pinjaman terhadap nilai pinjaman properti. Namun demikian, yang menjadi catatan Fitch, pertumbuhan kredit masih terbengkalai, terutama untuk bisnis.

Adapun konsumsi rumah tangga dinilai gagal dipercepat pada tahun lalu meskipun ada latar belakang, pertumbuhan lapangan kerja yang baik, dan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi, tumbuh sebesar 5,0%, sama dengan tahun 2016.

Namun demikian, kenaikan impor barang konsumsi di kuartal terakhir menunjukkan konsumsi akan mulai membaik di kuartal mendatang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×