kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

First Travel tak terbuka dalam proposal perdamaian


Rabu, 27 September 2017 / 18:01 WIB


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel mengaku belum menerima proposal perdamaian.

Salah satu pengurus PKPU Abdilillah mengatakan, debitur (First Travel) tidak terlalu tebuka dalam menyusun proposal perdamaian. Padahal, pihaknya patut mengetahui penawaran yang diajukan debitur kepada para kreditur.

"Kami cukup intens bertemu dengan prinsipal debitur di penjara, tapi untuk proposal perdamaian mereka tidak mau terbuka," jelasnya di Jakarta, Rabu (27/9).

Maka dari itu pihaknya mendesak kepada debitur untuk segera menyerahkan proposal perdamaian. Mengingat masa PKPU sementara First Travel semakin sempit.

Apalagi, pihak debitur mengakui sudah selesai menyusun proposal perdamaian. Tak hanya terkait proposal, Abdillah juga mengaku pihaknya belum menerima dokumen apapun dari First Travel.

Alhasil, verifikasi tagihan pun dilakukan tanpa adanya dokumen pembanding. "Tapi sama debitur diakui, diakuinya pun tidak jelas menggunakan dokumen yang mana," lanjutnya.

Namun begitu, ia berharap pihak debitur untuk selalu kooperatif dalam mengikuti proses PKPU. Sehingga, PKPU dapat berakhir damai tanpa merugikan satu pihak pun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×