kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

First Travel tak terbuka dalam proposal perdamaian


Rabu, 27 September 2017 / 18:01 WIB


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - Tim pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) PT First Anugerah Karya Wisata alias First Travel mengaku belum menerima proposal perdamaian.

Salah satu pengurus PKPU Abdilillah mengatakan, debitur (First Travel) tidak terlalu tebuka dalam menyusun proposal perdamaian. Padahal, pihaknya patut mengetahui penawaran yang diajukan debitur kepada para kreditur.

"Kami cukup intens bertemu dengan prinsipal debitur di penjara, tapi untuk proposal perdamaian mereka tidak mau terbuka," jelasnya di Jakarta, Rabu (27/9).

Maka dari itu pihaknya mendesak kepada debitur untuk segera menyerahkan proposal perdamaian. Mengingat masa PKPU sementara First Travel semakin sempit.

Apalagi, pihak debitur mengakui sudah selesai menyusun proposal perdamaian. Tak hanya terkait proposal, Abdillah juga mengaku pihaknya belum menerima dokumen apapun dari First Travel.

Alhasil, verifikasi tagihan pun dilakukan tanpa adanya dokumen pembanding. "Tapi sama debitur diakui, diakuinya pun tidak jelas menggunakan dokumen yang mana," lanjutnya.

Namun begitu, ia berharap pihak debitur untuk selalu kooperatif dalam mengikuti proses PKPU. Sehingga, PKPU dapat berakhir damai tanpa merugikan satu pihak pun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×