kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Erick Thohir pastikan holding asuransi mulai diproses Februari 2020


Rabu, 15 Januari 2020 / 18:36 WIB
Pengusaha Erick Thohir usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).


Reporter: | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri BUMN Erick Thohir memastikan pembentukan holding asuransi akan dimulai pada Februari mendatang. Pembentukan holding tersebut dilakukan untuk menyelamatkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Sebelumnya Erick bilang keputusan pembentukan holding baru ditandatangani. "Prosesnya itu nanti pertengahan Februari dari situ baru bisa terlaksana. Memang kita harus ikuti step step dari pembentukan holding itu sendiri," ujar Erick usai rapat terbatas, Rabu (15/1).

Baca Juga: Kementerian BUMN mulai menemukan kaitan kasus Jiwasraya dan Asabri

Pembentukan holding akan memperbaiki cashflow Jiwasraya. Erick bilang dari holding tersebut akan memberikan cashflow sebesar Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun.

Selain itu, pemerintah juga akan membentuk Jiwasraya Putra. Nantinya akan mencari partner yang strategis dengan tambahan investasi mencapai Rp 1 triliun hingga Rp 3 triliun.

"Pembentukan holding itu kalo kita tarik empat tahun ke depan kan bisa sampai Rp 8 triliun," terang Erick.

Baca Juga: Kementerian BUMN siapkan langkah menindak kasus Asabri

Aset saham saat ini pun diungkapkan Erick memiliki valuasi hingga Rp 2 triliun hingga Rp 3 triliun. Dengan konsep itu Erick bilang JS saving plan dapat berjalan.

Polis yang ada juga akan direstrukturisasi bunga. Bunga tersebut akan dibuat lebih riil sehingga menjadi program yang dapat dijalankan.

"Dengan dana terkumpul itu tadi akan dikembalikan bertahap," jelas Erick.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×