kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Erick Thohir: Dampak Covid-19 terhadap BUMN sangat berat


Rabu, 16 Desember 2020 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, perusahaan BUMN sudah melakukan digitalisasi sebelum terjadinya pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah melakukan digitalisasi sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam sambutannya pada acara Indonesia Digital Conference 2020 pada Rabu (16/12/2020).  

"BUMN sudah banyak yang melakukan digitalisasi sebelum terjadinya Covid-19. Namun, pandemi membuat prosesnya semakin cepat, suka tidak suka," jelas Erick.  

Dia juga menjelaskan, dampak Covid-19 terhadap BUMN sangat berat. "Sekitar 90% lebih BUMN terdampak pandemi," jelasnya. Hanya beberapa sektor yang mampu bertahan. Salah satunya adalah sektor telekomunikasi. 

Terkait hal tersebut, Kementerian BUMN sudah menyiapkan sejumlah strategi. Untuk kuartal II 2021, misalnya, Kementerian BUMN akan melakukan review atas strategi yang dijalankan. Targetnya adalah bagaimana perusahaan BUMN bisa bertahan.  

Baca Juga: AMSI berkepentingan menjaga kualitas jurnalistik

Untuk kuartal II 2022, pihak kementerian akan melakukan restrukturisasi dengan memperbaiki portofolio dengan restrukturisasi korporasi yang bertujuan untuk melakukan konsolidasi dan simplifikasi, serta mempersiapkan landasan untuk inovasi model bisnis baru.

Kemudian di 2024, Kementerian BUMN akan mendorong anak usahanya untuk melakukan inovasi dan transformasi dan menciptakan kesempatan partisipasi di sektor swasta.

"Yang paling ditekankan di sini adalah BUMN tidak hanya meningkatkan persaingan saja, namun, pelayananan masyarakat juga harus ditingkatkan, keberpihakan pada usaha kecil, serta meningkatkan pelayanan public service-nya," tegas Erick. 

Baca Juga: Peluang ekonomi digital RI terbuka lebar, ini alasannya




TERBARU

[X]
×