kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Empat pesan SBY kepada Chatib Basri


Senin, 20 Mei 2013 / 14:29 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Noverius Laoli

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memutuskan mengangkat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib Basri sebagai menteri keuangan yang baru. Siang ini, sang calon menkeu baru itu pun langsung menghadap presiden. Ia menerima beberapa pesan dari SBY. 

"Tadi saya diminta menghadap bapak presiden, ada beberapa penugasan yang disampaikan bapak presiden kepada saya," ujar Chatib usai bertemu dengan SBY di Kantor Presiden, Senin (20/5).

Ada empat pesan Presiden kepada Menkeu baru. Pertama, SBY meminta Chatib untuk mejaga kebijakan fiskal yang pruden. Ia meminta agar berhati-hati dalam mengelola kebijakan fiskal seperti menjaga defisitnya, menjaga stabilitas makro, dan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,2%. "Jadi kehati-hatian fiskal itu sangat penting," kata Chatib menirukan presiden.

Kedua, Presiden juga menyampaikan kepada Chatib agar menjaga sumber pertumbuhan ekonomi selain konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, dan menjaga investasi. Intinya, presiden meminta agar Chatib membuat sebuah kebijakan fiskal atau insentif fiskal yang tepat dengan kebutuhan investasi ke depan. Dengan cara demikian, pesan SBY, maka pertumbuhan investasi di Indoensia bisa tinggi dan akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ketiga, SBY meminta Chatib menciptakan lapangan pekerjaan. Menkeu baru perlu melihat sektor-sekotr yang padat tenaga kerja dan berpeluang menciptakan lapangan tenaga kerja.

Keempat, SBY juga meminta Chatib menyelesaikan pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Pembaharuan (APBN-P) yang mulai pekan ini akan dilakukan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×