kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.933   47,00   0,26%
  • IDX 6.031   -115,44   -1,88%
  • KOMPAS100 775   -16,68   -2,11%
  • LQ45 594   -12,08   -1,99%
  • ISSI 211   -3,62   -1,69%
  • IDX30 330   -5,56   -1,66%
  • IDXHIDIV20 422   -7,90   -1,84%
  • IDX80 89   -1,90   -2,10%
  • IDXV30 116   -1,38   -1,18%
  • IDXQ30 108   -1,77   -1,61%

Empat catatan pengusaha soal ekonomi 2017


Senin, 15 Agustus 2016 / 20:18 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Tahun 2017 menjadi tantangan baru bagi kalangan pengusaha dalam negeri. Ada empat persoalan yang harus segera diperbaiki pemerintah. Kebijakan tersebut menyangkut kemudahan berbisnis dan perluasan pasar ekspor.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajad mengatakan, beberapa catatan bagi pemerintah yaitu pertama, paket kebijakan ekonomi yang telah dirilis oleh pemerintah hingga saat ini segera dibereskan. "Paket kebijakan ekonomi harus ditindaklanjuti sepenuhnya oleh eksekutor," kata Ade, Senin (15/8).

Kedua, perbaikan tata niaga minyak dan gas. Sebagai motor pengerak industri, sektor migas harus segera dibenahi. Ade bilang, selama ini harga Migas di dalam negeri lebih mahal dibandingkan negara tetangga. Padahal Migas merupakan tulang punggung industri.

Ketiga, penghapusan pungutan-pungutan yang yang tidak resmi. Cukup banyak pungutan yang disodorkan oleh organisasi masyarakat (Ormas) yang ditujukan kepada industri. "Keamanan bagi perusahaan harus ditingkatkan," ujar Ade.

Keempat, negosiasi perjanjian perdagangan seperti Indonesia-Uni Eropa CEPA dan TPP konsisten dilanjutkan. Dengan perjanjian perdagangan tersebut diharapkan pasar tujuan ekspor produk Indonesia menjadi lebih berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×