kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Empat catatan pengusaha soal ekonomi 2017


Senin, 15 Agustus 2016 / 20:18 WIB


Reporter: Handoyo | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Tahun 2017 menjadi tantangan baru bagi kalangan pengusaha dalam negeri. Ada empat persoalan yang harus segera diperbaiki pemerintah. Kebijakan tersebut menyangkut kemudahan berbisnis dan perluasan pasar ekspor.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajad mengatakan, beberapa catatan bagi pemerintah yaitu pertama, paket kebijakan ekonomi yang telah dirilis oleh pemerintah hingga saat ini segera dibereskan. "Paket kebijakan ekonomi harus ditindaklanjuti sepenuhnya oleh eksekutor," kata Ade, Senin (15/8).

Kedua, perbaikan tata niaga minyak dan gas. Sebagai motor pengerak industri, sektor migas harus segera dibenahi. Ade bilang, selama ini harga Migas di dalam negeri lebih mahal dibandingkan negara tetangga. Padahal Migas merupakan tulang punggung industri.

Ketiga, penghapusan pungutan-pungutan yang yang tidak resmi. Cukup banyak pungutan yang disodorkan oleh organisasi masyarakat (Ormas) yang ditujukan kepada industri. "Keamanan bagi perusahaan harus ditingkatkan," ujar Ade.

Keempat, negosiasi perjanjian perdagangan seperti Indonesia-Uni Eropa CEPA dan TPP konsisten dilanjutkan. Dengan perjanjian perdagangan tersebut diharapkan pasar tujuan ekspor produk Indonesia menjadi lebih berkembang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×