kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

El Nino Mungkin Berlangsung Hingga Awal Tahun 2024, Stok Pangan RI Perlu Diperkuat


Kamis, 02 November 2023 / 00:05 WIB
El Nino Mungkin Berlangsung Hingga Awal Tahun 2024, Stok Pangan RI Perlu Diperkuat
ILUSTRASI. El Nino berpotensi bertahan hingga Februari 2024. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta beberapa pusat iklim dunia meramal, fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan panjang akan bertahan selama beberapa waktu ke depan. 

Dari analisis lembaga-lembaga tersebut, El Nino berpotensi bertahan hingga Februari 2024, meski dalam level moderat. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai, El Nino yang masih akan bertahan hingga awal tahun 2024 berpotensi mengganggu pasokan pangan global dan dalam negeri. 

Baca Juga: El Nino Jadi Ancaman Dalam Memenuhi Ketahanan Pasokan Pangan Nasional

Sehingga, "fenomena ini berpotensi menyebabkan kenaikan harga pangan dalam negeri, khususnya beras," terang Andry kepada Kontan.co.id, Rabu (1/11). 

Bila menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), memang terlihat beras menjadi sumber inflasi terbesar selama tiga bulan terakhir, atau sejak Agustus 2023 hingga Oktober 2023. 

Pun secara akumulatif, atau melihat tingkat inflasi dari awal tahun 2023 hingga Oktober 2023, beras menyumbang andil terbesar, yaitu sebesar 0,49% dari tingkat inflasi yang sebesar 1,80% YtD.  

Baca Juga: Gejolak Rupiah Beri Dampak pada Pergerakan Inflasi Oktober 2023

Meski demikian, Andry melihat upaya pemerintah dalam mengamankan pasokan beras cukup membuahkan hasil. 

Adapun selama sepuluh bulan pertama tahun 2023, pemerintah telah mengimpor sekitar 2,3 juta ton beras untuk menahan harga beras dalam negeri. 

"Jika pemerintah bisa konsisten memantau dan mengamankan pasokan, harga beras bisa terjaga hingga akhir tahun," tandas Andry. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×