kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ekspor bangkit, ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 positif


Selasa, 15 Juni 2021 / 21:42 WIB
Ekspor bangkit, ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 positif
ILUSTRASI. Ekspor bangkit, ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 positif


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja ekspor dan impor yang menggembirakan pada bulan Mei 2021 ini, dipercaya merupakan salah satu sinyal perekonomian Indonesia kuartal II-2021 akan kembali ke zona positif. 

“Perkembangan yang ada menunjukkan bahwa Indonesia sepertinya akan keluar dari zona resesi pada kuartal II-2021,” ujar ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman kepada Kontan.co.id, Selasa (15/6).

Faisal kemudian menjelaskan, optimisme tersebut,terlihat dari kinerja ekspor beberapa sektor yang meroket. Salah satunya, ekspor manufaktur yang memegang pangsa 79% dari total ekspor nampak meningkat signifikan 54,03% year on year (yoy). 

Sementara dari sisi impor, impor tercatat tumbuh signifikan 68,68% yoy. Ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan pada bulan laporan. Yang menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam meningkatkan optimisme seperti dengan menghelat vaksinasi sudah mulai terlihat. 

Baca Juga: Ini kunci pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021 menurut ekonom UI

Bila dilihat dari impor menurut penggunaan barang, impor barang konsumsi tercatat US$ 1,40 miliar atau naik 50,34% yoy. Sementara impor bahan baku sebesar US$ 10,94 miliar atau naik 79,11% yoy. Sedangkan impor barang modal tercatat US$ 1,89 miliar atau naik 35,28% yoy. 

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan konsumsi rumah tangga dan bahkan aktivitas investasi sehingga menjadi katalis positif bagi perekonomian kuartal II-2021,” ujarnya.

Ke depan, Faisal memperkirakan impor akan semakin meningkat pada paruh kedua 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi didukung oleh vaksinasi Covid-19 dan menguatnya permintaan maupun aktivitas investasi. 

Dengan kondisi ini, diperkirakan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan melebar ke 1.88% PDB in 2021 dari 0.41% PDB di  2020.

Selanjutnya: Ada pengetatan aktivitas di Jakarta, begini kata pemilik Indomaret

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×