kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.920   40,00   0,22%
  • IDX 6.332   -7,92   -0,12%
  • KOMPAS100 837   -2,26   -0,27%
  • LQ45 633   -3,88   -0,61%
  • ISSI 218   -0,50   -0,23%
  • IDX30 356   -2,13   -0,60%
  • IDXHIDIV20 441   -2,28   -0,51%
  • IDX80 95   -0,54   -0,56%
  • IDXV30 119   0,11   0,09%
  • IDXQ30 114   -0,77   -0,67%

Ekspor bangkit, ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 positif


Selasa, 15 Juni 2021 / 21:42 WIB
ILUSTRASI. Ekspor bangkit, ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 positif


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja ekspor dan impor yang menggembirakan pada bulan Mei 2021 ini, dipercaya merupakan salah satu sinyal perekonomian Indonesia kuartal II-2021 akan kembali ke zona positif. 

“Perkembangan yang ada menunjukkan bahwa Indonesia sepertinya akan keluar dari zona resesi pada kuartal II-2021,” ujar ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman kepada Kontan.co.id, Selasa (15/6).

Faisal kemudian menjelaskan, optimisme tersebut,terlihat dari kinerja ekspor beberapa sektor yang meroket. Salah satunya, ekspor manufaktur yang memegang pangsa 79% dari total ekspor nampak meningkat signifikan 54,03% year on year (yoy). 

Sementara dari sisi impor, impor tercatat tumbuh signifikan 68,68% yoy. Ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan pada bulan laporan. Yang menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam meningkatkan optimisme seperti dengan menghelat vaksinasi sudah mulai terlihat. 

Baca Juga: Ini kunci pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021 menurut ekonom UI

Bila dilihat dari impor menurut penggunaan barang, impor barang konsumsi tercatat US$ 1,40 miliar atau naik 50,34% yoy. Sementara impor bahan baku sebesar US$ 10,94 miliar atau naik 79,11% yoy. Sedangkan impor barang modal tercatat US$ 1,89 miliar atau naik 35,28% yoy. 

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan konsumsi rumah tangga dan bahkan aktivitas investasi sehingga menjadi katalis positif bagi perekonomian kuartal II-2021,” ujarnya.

Ke depan, Faisal memperkirakan impor akan semakin meningkat pada paruh kedua 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi didukung oleh vaksinasi Covid-19 dan menguatnya permintaan maupun aktivitas investasi. 

Dengan kondisi ini, diperkirakan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan melebar ke 1.88% PDB in 2021 dari 0.41% PDB di  2020.

Selanjutnya: Ada pengetatan aktivitas di Jakarta, begini kata pemilik Indomaret

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×