kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ekspor bangkit, ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 positif


Selasa, 15 Juni 2021 / 21:42 WIB
ILUSTRASI. Ekspor bangkit, ekonom optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 positif


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kinerja ekspor dan impor yang menggembirakan pada bulan Mei 2021 ini, dipercaya merupakan salah satu sinyal perekonomian Indonesia kuartal II-2021 akan kembali ke zona positif. 

“Perkembangan yang ada menunjukkan bahwa Indonesia sepertinya akan keluar dari zona resesi pada kuartal II-2021,” ujar ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman kepada Kontan.co.id, Selasa (15/6).

Faisal kemudian menjelaskan, optimisme tersebut,terlihat dari kinerja ekspor beberapa sektor yang meroket. Salah satunya, ekspor manufaktur yang memegang pangsa 79% dari total ekspor nampak meningkat signifikan 54,03% year on year (yoy). 

Sementara dari sisi impor, impor tercatat tumbuh signifikan 68,68% yoy. Ini menunjukkan adanya peningkatan permintaan pada bulan laporan. Yang menunjukkan bahwa upaya pemerintah dalam meningkatkan optimisme seperti dengan menghelat vaksinasi sudah mulai terlihat. 

Baca Juga: Ini kunci pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2021 menurut ekonom UI

Bila dilihat dari impor menurut penggunaan barang, impor barang konsumsi tercatat US$ 1,40 miliar atau naik 50,34% yoy. Sementara impor bahan baku sebesar US$ 10,94 miliar atau naik 79,11% yoy. Sedangkan impor barang modal tercatat US$ 1,89 miliar atau naik 35,28% yoy. 

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa ada peningkatan konsumsi rumah tangga dan bahkan aktivitas investasi sehingga menjadi katalis positif bagi perekonomian kuartal II-2021,” ujarnya.

Ke depan, Faisal memperkirakan impor akan semakin meningkat pada paruh kedua 2021 seiring dengan pemulihan ekonomi didukung oleh vaksinasi Covid-19 dan menguatnya permintaan maupun aktivitas investasi. 

Dengan kondisi ini, diperkirakan defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) akan melebar ke 1.88% PDB in 2021 dari 0.41% PDB di  2020.

Selanjutnya: Ada pengetatan aktivitas di Jakarta, begini kata pemilik Indomaret

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×