kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonomi diusulkan tumbuh 5,2% di RAPBN-P 2017


Kamis, 06 Juli 2017 / 14:08 WIB


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Rizki Caturini

JAKARTA. Pemerintah mengusulkan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara perubahan (RAPBN-P) 2017 sebesar 5,2%. Angka itu lebih tinggi dari target dalam APBN yang dipatok sebesar 5,1%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, yang mewakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang tengah menghadiri pertemuan G-20 di Jerman, mengatakan, kenaikan pertumbuhan ekonomi tersebut mempertimbangkan perbaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun ini dari 3,4% menjadi 3,5%. Juga mempertimbangkan perbaikan pertumbuhan volume perdagangan dunia dari 3,7% menjadi 3,8%.

"Buat Indonesia, yang kedua ini yang lebih penting. Kalau pertumbuhan ekonomi dunia meningkat, kita akan memperoleh banyak keuntungan dari perkembangan itu," kata Darmin saat rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR, Kamis (6/7).

Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang diperkirakan tumbuh 5,1%, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 5%. Hal ini disebabkan oleh perbaikan ekspor dan impor yang akan meningkatkan penghasilan masyarakat.

Pemerintah juga memperkirakan ekspor dan impor dalam RAPBN-P tahun ini tumbuh masing-masing 4,8% dan 3,9% dari sebelumnya masing-masing sebesar 0,1% dan 0,2%.

Meski demikian, pemerintah memperkirakan konsumsi pemerintah hanya tumbuh 4,6%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,8%. Begitu juga dengan investasi yang diperkirakan hanya tumbuh 5,4%, lebih rendah dari perkiraan sebelumnya 6%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×