kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.565   0,00   0,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Ekonomi China Berpeluang Melambat, Indonesia Perlu Perluas Pasar Ekspor


Selasa, 19 Desember 2023 / 20:42 WIB
Ekonomi China Berpeluang Melambat, Indonesia Perlu Perluas Pasar Ekspor
ILUSTRASI. Seorang pekerja Huafu Textile Co Ltd dari etnis minoritas Uighur memeriksa mesin produksi benang di perusahaannya di Prefektur Aksu, Daerah Otonomi Xinjiang, China, Selasa (20/4/2021). Ekonomi China Berpeluang Melambat, Indonesia Perlu Perluas Pasar Ekspor.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perekonomian China diperkirakan melambat dalam beberapa waktu ke depan. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan, perlambatan ekonomi China akan berdampak pada kinerja ekspor Indonesia. Mengingat, Indonesia memiliki hubungan dagang yang erat dengan negara Tirai Bambu. 

Nah, untuk mengurangi potensi penurunan ekspor tersebut, Andry pun mengimbau Indonesia memperkuat kinerja ekspor dengan negara-negara lain. 

Baca Juga: Tiga Peristiwa Ini Akan Membayangi Prospek Ekonomi Indonesia pada 2024

“Harapannya, ekspor Indonesia bisa didorong ke tempat lain, seperti negara-negara di ASEAN,” terang Andry dalam Media Gathering, Selasa (19/12). 

Andry mengambil contoh, negara Vietnam memiliki prospek yang baik. Sehingga, bila Indonesia bisa mengambil ceruk pasar di Vietnam, akan menguntungkan. 

“Mengingat, Vietnam menjadi salah satu pusat manufaktur China juga,” tambah Andry. 

Baca Juga: Kemendag Longgarkan Impor Produk Tekstil Batik, Pengamat Khawatirkan Nasib IKM

Selain itu, Andry juga melihat peluang baik Indonesia memperkuat kerja sama perdagangan dengan India. 

Pasalnya, India digadang memiliki capaian pertumbuhan yang apik ke depan. Mengingat, saat masa sulit, India berhasil mempertahankan pertumbuhan di kisaran 6% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×