kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45780,32   4,77   0.62%
  • EMAS1.023.000 -0,68%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Ekonom: Utang luar negeri swasta melambat, indikasi lesunya aktivitas ekonomi


Kamis, 16 Januari 2020 / 21:30 WIB
Ekonom: Utang luar negeri swasta melambat, indikasi lesunya aktivitas ekonomi
ILUSTRASI. Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4). Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri Indonesia per Februari 2018 berada pada posisi 356,23 miliar dolar AS atau naik 9,5 persen dibandingkan periode yang s

Reporter: Bidara Pink | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat 8,3% yoy pada bulan November 2019. Sejalan dengan itu, ULN Swasta pun juga tumbuh melambat 6,9% yoy dengan pada bulan sebelumnya yang mencapai 10,7% yoy.

Bahkan, bila dilihat dari trennya, ULN Swasta tercatat terus mengalami penurunan pertumbuhan sejak Mei 2019 dan mencapai pertumbuhan terendah pada tahun 2019 pada bulan November 2019 lalu.

Baca Juga: Per November, utang luar negeri Indonesia tumbuh 8,3%

Menurut Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistingsih, perlambatan pertumbuhan ULN swasta tersebut merupakan tanda adanya perlambatan aktivitas ekonomi.

"Banyak kegiatan swasta yang pinjam luar negeri, apalagi yang berkaitan dengan ekspor impor. Apalagi dengan melihat aktivitas ekspor dan impor kita yang menurun, itu menunjukkan adanya penurunan kegiatan produksi. Kalau ada penurunan kegiatan produksi, buat apa swasta pinjam?" terang Lana kepada Kontan.co.id, Kamis (16/1).

Selain itu, Lana pun juga melihat adanya penurunan pinjaman dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meski pada November 2019 menunjukkan adanya peningkatan tipis menjadi sebesar US$ 41,81 miliar.

Penurunan tersebut disebabkan oleh sudah mulai berkurangnya jumlah pembangunan proyek infrastruktur pemerintah sehingga BUMN tidak mencari pendanaan baru.

Baca Juga: Utang Masih Jadi Andalan untuk Menutup Defisit Anggaran

Penurunan jumlah pembangunan infrastruktur tersebut disebabkan oleh pemerintah yang telah gencar melakukan pembangunan dalam beberapa tahun terakhir. "Dulu gencar, sekarang sudah mulai slow down," jelas Lana.

Sejalan dengan hal ini, Lana meminta pemerintah untuk waspada. Sebab, penurunan ULN Swasta yang mencerminkan penurunan produksi ini bisa sejalan dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah pada kuartal IV-2019 dan bahkan sepanjang tahun 2019.

Bahkan, Samuel Aset Manajemen pun memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal terakhir 2019 tersebut akan tergerus 1,6% qtq atau sebesar 5,04% yoy.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×