kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Ekonom Prediksi BI Belum Akan Mengerek Suku Bunga Acuan pada April 2022


Senin, 18 April 2022 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Workers leave Bank Indonesia headquarters in Jakarta, Indonesia, September 2, 2020. Ekonom Prediksi BI Belum Akan Mengerek Suku Bunga Acuan pada April 2022.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Indonesia (BI) diramal masih belum akan mengerek suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan April 2022. 

Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan, suku bunga acuan berarti masih akan bertahan di level 3,5% atau masih berada di level terendah sepanjang sejarah. 

“Karena inflasi pada semester I-2022 masih baik, neraca transaksi eksternal masih positif, neraca dagang masih surplus, dan rupiah stabil. Sehingga, masih akan menahan suku bunga acuan,” kata David kepada Kontan.co.id, belum lama ini. 

Baca Juga: Ditopang Kredit UMKM, BRI Optimistis Bisa Catatkan Pertumbuhan Laba pada Tahun Ini

David melihat, BI baru akan meningkatkan suku bunga acuan pada paruh kedua tahun ini, dan pada akhir tahun 2022 suku bunga acuan diperkirakan meningkat hingga 50 basis poin (bps). 

Peningkatan suku bunga acuan pada semester II-2022 ini akan tetap memperhatikan perkembangan inflasi. Menurutnya, inflasi memang akan meningkat pada paruh kedua tahun ini dan utamanya bersumber dari inflasi harga barang diatur pemerintah (administered price). 

“Jadi harus melihat karena banyak wacana peningkatan harga LPG 3 kg, harga bahan bakar minyak (BBM) pertalite, dan listrik. Ini dilihat seberapa banyak dan seberapa cepat peningkatannya,” jelas David. 

Baca Juga: Bank Mandiri Jadi Bank Terbaik ketiga di Indonesia versi Forbes

Selain itu, peningkatan suku bunga acuan oleh BI juga akan melihat kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Dalam hal ini, BI akan menjaga spread antara Indonesia dan negara Paman Sam agar tidak ada tekanan terutama ke nilai tukar rupiah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×