kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

Ekonom: Pertumbuhan ekonomi Indonesia tergantung pada penemuan vaksin Covid-19


Sabtu, 26 September 2020 / 15:31 WIB
ILUSTRASI. Vaksin corona. REUTERS/Thomas Peter


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Permata menilai kontraksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 diperkirakan akan berlanjut hingga kuartal III 2020.

Hal itu didorong dari banyaknya indikator perekonomian yang belum mencapai tingkat seperti sebelum pandemi.

Beberapa indikator tersebut di antaranya ialah inflasi, penjualan mobil, dan penjualan ritel. Inflasi inti pada bulan Agustus 2020 masih mengalami perlambatan hingga hanya bertumbuh sebesar 2,07%, sementara penjualan mobil dan ritel masih mengalami kontraksi sebesar 71,67% dan 12,28%.

Baca Juga: Vaksin corona Sinovac diperkirakan siap disebar ke seluruh dunia pada awal 2021

Josua Pardede, Ekonom Bank Permata mengatakan, agar perekonomian Indonesia dapat segera pulih tentu akan bergantung pada penemuan vaksin dan bagaimana pemerintah dapat menyediakannya bagi masyarakat.

“Hal ini disebabkan bahwa apabila belum ada vaksin, maka perilaku konsumsi masyarakat belum akan pulih ke kondisi sebelum Covid-19, yang kemudian akan menghambat pemulihan perekonomian,” kata Josua kepada KONTAN, Jumat (25/9).

Oleh karena itu, untuk menggerakkan kembali perekonomian Indonesia, selain program perlindungan sosial yang bersifat jangka pendek, menurutnya pemerintah perlu sedari awal memikirkan jalur logistik untuk distribusi vaksin sehingga ketika nantinya vaksin sudah didapat masyarakat yang membutuhkan akan segera mendapat layanan tersebut.

Baca Juga: Kemenkeu memastikan ekonomi Indonesia terus membaik kendati dibayangi resesi




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×