kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ekonom memprediksi BI rate tetap di level 6,75%


Selasa, 09 Agustus 2011 / 07:55 WIB
Ekonom memprediksi BI rate tetap di level 6,75%
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah asuransi jiwa dengan tetap menjalankan protokol kesehatan di salah satu konter asuransi di sebuah bank, Jakarta, KONTAN/Carolus Agus Waluyo


Reporter: Herlina KD, Umar Idris | Editor: Edy Can

JAKARTA. Hari ini (9/8), Bank Indonesia dijadwalkan menggelar rapat dewan gubernur yang salah satu agendanya menetapkan suku bunga acuan atau BI rate. Para ekonom memperkirakan, BI masih akan tetap mempertahankan BI rate dilevel 6,75%.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Anggito Abimanyu menyatakan, tidak ada alasan bagi BI menaikkan suku bunga saat ini. "Dalam kondisi yang tidak stabil saat ini, agak riskan mengubah BI rate, karena risiko plus minusnya masih ada," kata Anggito, kemarin (8/8).

Pengamat ekonomi David Sumual juga memprediksi BI rate tetap di level 6,75%. Penyebabnya beberapa faktor. Namun yang paling besar, karena inflasi inti (core inflation) masih rendah di level 4,5%, ditambah dengan inflasi tahun kalender (year to date) Januari-Juli yang masih rendah 1,74%. "Kelihatannya masih tetap," kata David.

Ancaman inflasi akan naik tinggi di bulan Agustus juga sepertinya sangat kecil. Sebab pemerintah melakukan intervensi harga di pasar, khususnya pada harga beras. David optimistis siklus inflasi tinggi di setiap musim Lebaran dan puasa tahun ini akan lebih kecil. Lantaran harga-harga komoditi lebih rendah.

Sama halnya dengan Anggiot, David memprediksi guncangan sementara pasar keuangan akan mencegah BI untuk mengubah BI rate. Sebab, kondisi ekonomi global diperkirakan akan lebih lambat. "Harga-harga komoditas akan turun sehingga inflasi diperkirakan akan lebih rendah lagi," kata David.

Sebelumnya, saat BPS mengumumkan inflasi bulan Juli tak sampai 1%, awal Agustus lalu, Kepala Ekonom Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa dan ekonom Standard Chartered Indonesia Eric Alexander Sugandhi, juga memprediksi BI rate akan dipertahankan di level 6,75% pada rapat bulan Agustus ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×