kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ekonom Indef: Industri manufaktur perlu ditempatkan sebagai sektor yang istimewa


Kamis, 02 Mei 2019 / 20:51 WIB

Ekonom Indef: Industri manufaktur perlu ditempatkan sebagai sektor yang istimewa

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan industri manufaktur besar dan sedang masih mengalami perlambatan pertumbuhan. Untuk itu perlu berbagai upaya untuk mengakselerasi pertumbuhan manufaktur.

Peneliti Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus mengatakan, sejauh ini sudah banyak yang dilakukan pemerintah namun dampaknya belum terlihat. Untuk itu pemerintah perlu mendukung ekosistem industri.


"Perlu konsistensi dan sinergi, ditempatkan sebagai sektor yang istimewa," jelas Heri saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (2/5).

Ekosistem tersebut antara lain akses terhadap bahan baku yang mudah, biaya logistik yang murah, permintaan yang kuat, pembiayaan yang mudah, serta insentif yang tepat sasaran. Untuk itu perlu adanya sinergitas antara kementerian dan lembaga (K/L) agar kebijakan yang dibuat pemerintah benar-benar bisa mengakselerasi industri manufaktur.

"Kalau industri butuh sesuatu harus cepat dituruti," imbuh dia.

Di sisi lain, Heri menjelaskan pemerintah perlu menerapkan non-tariff measures alias hambatan non-tarif. Seperti misalnya memberi standar kelayakan bagi barang impor untuk bisa dijual di dalam negeri. Kebijakan ini berguna untuk mendorong daya saing industri dalam negeri sehingga tidak kalah dari derasnya barang impor.

Heri menambahkan, industri merupakan proyek strategis sebab memiliki efek yang besar seperti mendorong penyerapan tenaga kerja, mendorong ekspor dan meningkatkan investasi.

Pada kuartal I-2019 tercatat industri manufaktur besar dan sedang tumbuh 4,45% terhadap kuartal I-2018. Kendati tumbuh, angka tersebut masih lebih rendah bila dibanding pertumbuhan pada kuartal I-2018 terhadap tahun sebelumnya yang mencapai 5,36%.

Pun lebih rendah bila dibanding pertumbuhan pada kuartal IV-2018. Pertumbuhan kuartal I-2019 bila mencapai 0,61% terhadap kuartal IV-2018. Sedangkan kuartal IV-2018 tumbuh 0,9% terhadap kuartal III-2018.


Reporter: Benedicta Prima
Editor: Noverius Laoli

Video Pilihan


Close [X]
×