kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Ekonom IKS memproyeksikan inflasi per akhir tahun 2020 di angka 2,5% yoy


Senin, 05 Oktober 2020 / 12:49 WIB
ILUSTRASI. Inflasi.KONTAN/Fransiskus Simbolon


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,05% month on month (mom) atau 1,42% year on year (yoy) di bulan September 2020. 

Ekonom IKS, Eric Sugandi menilai, hal itu disebabkan oleh penurunan harga barang-barang oleh kelompok yang merupakan kontributor utama terjadinya deflasi di bulan September 2020.  

“Deflasi terjadi akibat penurunan harga barang oleh beberapa kelompok yakni makanan, minuman dan tembakau,” kata Eric dalam keterangan resminya, Senin (5/10). 

Baca Juga: Kenaikan cukai tembakau, pekerja IHT khawatir kehilangan pekerjaannya

Eric juga melihat bahwa deflasi di bulan September 2020 disebabkan oleh lemahnya tekanan inflasi dari sisi permintaan karena masih lemahnya daya beli masyarakat. 

“Sementara tekanan inflasi dari sisi penawaran juga melemah karena bertambahnya pasokan barang dan jasa akibat pembukaan sektor-sektor perekonomian secara bertahap,” tambahnya. 

Untuk itu, IKS juga memproyeksikan inflasi akan berada di angka 2,5% yoy per akhir tahun 2020. 

Selanjutnya: 3 Bulan berturut deflasi, apa yang akan dilakukan pemerintah?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×