kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Ekonom IKS memproyeksikan inflasi per akhir tahun 2020 di angka 2,5% yoy


Senin, 05 Oktober 2020 / 12:49 WIB
ILUSTRASI. Inflasi.KONTAN/Fransiskus Simbolon


Penulis: Venny Suryanto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan bahwa perekonomian Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,05% month on month (mom) atau 1,42% year on year (yoy) di bulan September 2020. 

Ekonom IKS, Eric Sugandi menilai, hal itu disebabkan oleh penurunan harga barang-barang oleh kelompok yang merupakan kontributor utama terjadinya deflasi di bulan September 2020.  

“Deflasi terjadi akibat penurunan harga barang oleh beberapa kelompok yakni makanan, minuman dan tembakau,” kata Eric dalam keterangan resminya, Senin (5/10). 

Baca Juga: Kenaikan cukai tembakau, pekerja IHT khawatir kehilangan pekerjaannya

Eric juga melihat bahwa deflasi di bulan September 2020 disebabkan oleh lemahnya tekanan inflasi dari sisi permintaan karena masih lemahnya daya beli masyarakat. 

“Sementara tekanan inflasi dari sisi penawaran juga melemah karena bertambahnya pasokan barang dan jasa akibat pembukaan sektor-sektor perekonomian secara bertahap,” tambahnya. 

Untuk itu, IKS juga memproyeksikan inflasi akan berada di angka 2,5% yoy per akhir tahun 2020. 

Selanjutnya: 3 Bulan berturut deflasi, apa yang akan dilakukan pemerintah?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×