kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.999   36,00   0,20%
  • IDX 5.749   53,57   0,94%
  • KOMPAS100 745   10,04   1,36%
  • LQ45 565   7,89   1,42%
  • ISSI 199   0,96   0,48%
  • IDX30 320   4,64   1,47%
  • IDXHIDIV20 394   5,52   1,42%
  • IDX80 85   1,15   1,38%
  • IDXV30 107   1,05   0,99%
  • IDXQ30 103   1,31   1,28%

Ekonom: Fasilitas KUR untuk UMKM pariwisata akan dongkrak pendapatan valas


Rabu, 08 Agustus 2018 / 23:02 WIB
ILUSTRASI. Target penyaluran KUR


Reporter: Patricius Dewo | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebijakan pemerintah untuk memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada UMKM di sektor pariwisata dinilai mampu dorong pendapatan valuta asing di sektor pariwisata.

Bhima Yudhistira, Ekonom Indef mengungkapkan, pemberian KUR bagi UMKM di sektor pariwisata merupakan kebijakan yang positif. Karena rata-rata UMKM yang bergerak di sektor makanan, minuman, ataupun akomodasi perhotelan serta travel agent membutuhkan dana yang murah untuk meningkatkan usahanya.

Ia juga bilang semakin tinggi produktivitas yang akan dihasilkan, akan semakin banyak turis yang datang dan secara langsung akan mendorong pendapatan devisa pariwisata yang akan naik secara bertahap.

"Kebijakan KUR ke UMKM pariwisata ini sebuah terobosan yang sangat positif. UMKM yang bergerak di sektor makanan minuman, restoran, akomodasi perhotelan sampai travel agent selama ini memang butuh dana murah untuk ekspansi usahanya. Semakin tinggi produktivitas dan penciptaan UMKM baru di sektor pariwisata maka berpengaruh positif terhadap spending atau jumlah uang yang dibelanjakan oleh turis. Ujungnya devisa pariwisata bisa naik bertahap," ujar Bhima, Rabu (8/8).

Menurut Bhima, tiap tahun pariwisata menyumbang US$ 16,8 miliar ke devisa negara sehingga dengan kebijakan KUR ini mampu mendorong pendapatan valas sekitar 5%-7% di sektor pariwisata.

Asnawi Bahar, Ketua Asosiasi Pariwisata (Asita) menambahkan, pihaknya menyambut baik kebijakan pemerintah yang memberikan KUR pada UMKM di sektor pariwisata ini. 
Namun dalam penerapannya, pemerintah harus berhati-hati. "Kebijakan ini memang bagus, tapi juga harus dibarengi dengan sosialisasi pemerintah, dan juga jangan sampai salah sasaran. KUR ini seharusnya diberikan kepada UMKM kecil seperti pekerja seni yang tidak bisa membayar gedung untuk pentas, ataupun UMKM yang bergerak di bidang transportasi untuk peremajaan kendaraan seperti bus yang digunakan untuk mengangkut turis," ujar Asnawi, Rabu (8/8).

Asnawi juga berharap pemerintah mengajak Asita untuk bekerjasama. Pasalnya dalam hal ini Asita bisa merekomendasikan UMKM mana saja yang memang perlu diberikan KUR, agar tidak salah sasaran.

Asnawi menambahkan dengan fasilitas KUR ini secara langsung akan berdampak positif pada penerimaan valuta asing. Namun dalam pelaksanaannya bunga yang diberikan harus lebih rendah dari 7% yaitu paling tidak 5%, karena menurutnya bunga tersebut tidak berbeda jauh dengan bunga yang diberikan oleh bank sebesar 9%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×