kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ekonom DBS Tak Melihat AS Berpotensi Resesi, Melainkan Perlambatan Ekonomi


Selasa, 06 Agustus 2024 / 16:23 WIB
Ekonom DBS Tak Melihat AS Berpotensi Resesi, Melainkan Perlambatan Ekonomi
ILUSTRASI. Bank The Development Bank of Singapore (DBS) melihat bahwa Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar tidak akan mengalami resesi. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank The Development Bank of Singapore (DBS) melihat bahwa Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar tidak akan mengalami resesi, melainkan hanya perlambatan ekonomi. 

Hal ini disampaikan oleh Ekonom Senior Bank DBS, Radhika Rao, yang mencatat bahwa perusahaan-perusahaan di AS masih menambah pekerja baru, meskipun tidak sebanyak yang diharapkan.

"Ekonomi AS diperkirakan tidak akan terlalu buruk karena Amerika masih menambah jumlah pekerjanya," ujar Radhika dalam diskusi bersama media, Selasa (6/8).

Baca Juga: Pemerintah Mulai Antisipasi Dampak Ancaman Resesi AS ke Indonesia

Selain itu, Radhika juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih cukup kuat pada kuartal II 2024, yang tercatat mencapai 2,8%.

Meski demikian, Radhika menyatakan akan terus memantau perkembangan ekonomi AS dalam waktu dekat, terutama dari sisi bantuan fiskal pemerintah AS serta sentimen di sektor swasta.

Sebelumnya, kekhawatiran tentang resesi di AS muncul akibat melemahnya data ketenagakerjaan. Salah satu indikator resesi, yaitu Sahm Rule, terpenuhi. 

Baca Juga: Ekonomi AS Terancam Resesi, Begini Dampaknya Terhadap Pembiayaan Utang Indonesia

Indikator ini dikembangkan oleh mantan ekonom Gedung Putih, Claudia Sahm, yang menyatakan bahwa jika selisih antara rata-rata tingkat pengangguran dalam tiga bulan terakhir dengan tingkat pengangguran terendah setahun terakhir mencapai 0,5 poin persentase, ada potensi krisis.

Pada Mei, Juni, dan Juli tahun ini, AS mencatat angka pengangguran masing-masing 4%, 4,1%, dan 4,3%, dengan rata-rata sekitar 4,13%. Tingkat pengangguran terendah setahun terakhir di AS adalah 3,6% pada Juli 2023, sehingga terdapat selisih 0,53 poin persentase yang memicu kekhawatiran akan resesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×