kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonom DBS Tak Melihat AS Berpotensi Resesi, Melainkan Perlambatan Ekonomi


Selasa, 06 Agustus 2024 / 16:23 WIB
Ekonom DBS Tak Melihat AS Berpotensi Resesi, Melainkan Perlambatan Ekonomi
ILUSTRASI. Bank The Development Bank of Singapore (DBS) melihat bahwa Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar tidak akan mengalami resesi. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank The Development Bank of Singapore (DBS) melihat bahwa Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar tidak akan mengalami resesi, melainkan hanya perlambatan ekonomi. 

Hal ini disampaikan oleh Ekonom Senior Bank DBS, Radhika Rao, yang mencatat bahwa perusahaan-perusahaan di AS masih menambah pekerja baru, meskipun tidak sebanyak yang diharapkan.

"Ekonomi AS diperkirakan tidak akan terlalu buruk karena Amerika masih menambah jumlah pekerjanya," ujar Radhika dalam diskusi bersama media, Selasa (6/8).

Baca Juga: Pemerintah Mulai Antisipasi Dampak Ancaman Resesi AS ke Indonesia

Selain itu, Radhika juga menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih cukup kuat pada kuartal II 2024, yang tercatat mencapai 2,8%.

Meski demikian, Radhika menyatakan akan terus memantau perkembangan ekonomi AS dalam waktu dekat, terutama dari sisi bantuan fiskal pemerintah AS serta sentimen di sektor swasta.

Sebelumnya, kekhawatiran tentang resesi di AS muncul akibat melemahnya data ketenagakerjaan. Salah satu indikator resesi, yaitu Sahm Rule, terpenuhi. 

Baca Juga: Ekonomi AS Terancam Resesi, Begini Dampaknya Terhadap Pembiayaan Utang Indonesia

Indikator ini dikembangkan oleh mantan ekonom Gedung Putih, Claudia Sahm, yang menyatakan bahwa jika selisih antara rata-rata tingkat pengangguran dalam tiga bulan terakhir dengan tingkat pengangguran terendah setahun terakhir mencapai 0,5 poin persentase, ada potensi krisis.

Pada Mei, Juni, dan Juli tahun ini, AS mencatat angka pengangguran masing-masing 4%, 4,1%, dan 4,3%, dengan rata-rata sekitar 4,13%. Tingkat pengangguran terendah setahun terakhir di AS adalah 3,6% pada Juli 2023, sehingga terdapat selisih 0,53 poin persentase yang memicu kekhawatiran akan resesi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×