kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Ekonom CORE sayangkan pemerintah tidak turunkan harga BBM


Selasa, 31 Maret 2020 / 17:36 WIB
ILUSTRASI. Suasana pengisian bahan bakar di SPBU Pertamina Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (7/5).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Presiden Joko Widodo mengumumkan penambahan belanja APBN sebesar Rp 405,1 triliun pada tahun ini untuk menghadapi dampak Covid-19 di Indonesia.

Sebesar Rp 110 triliun di antaranya ditujukkan untuk memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat melalui beberapa insentif.

Pemerintah menaikkan bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 25% untuk 10 juta keluarga penerima manfaat. Kartu Sembako juga naik 33% menjadi Rp 200.000 selama 9 bulan ke depan untuk 20 juta penerima.

Baca Juga: Jokowi alokasikan Rp 75 triliun untuk dukungan di sektor kesehatan hadapi covid-19

Pemerintah juga menaikkan anggaran Kartu Prakerja dari Rp 10 triliun menjadi Rp 20 triliun untuk 5,6 juta pekerja informal maupun pelaku usaha mikro dan kecil (UKM) pada tahun ini.

Selain itu, pemerintah menggratiskan tarif listrik selama 3 bulan untuk 24 juta pelanggan listrik daya 450VA, serta diskon 50% tarif listrik untuk 7 juta pelanggan daya 900VA bersubsidi.

Baca Juga: Tetapkan darurat kesehatan, bukan darurat sipil: Ini pidato lengkap Presiden Jokowi

Ada pula tambahan insentif perumahan bagi pembangunan rumah untuk masyarakat berpendapatan rendah (MBR) sebesar 175.000 unit, serta dukungan logistik sembako dan kebutuhan pokok sebesar Rp 25 triliun.




TERBARU

[X]
×