kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ekonom CORE proyeksikan surplus bulan Juni di kisaran US$ 2 miliar


Minggu, 27 Juni 2021 / 17:39 WIB
Ekonom CORE proyeksikan surplus bulan Juni di kisaran US$ 2 miliar
ILUSTRASI. Suasana bongkar muat di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, Rabu (16/6). Ekonom CORE proyeksikan surplus bulan Juni di kisaran US$ 2 miliar.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy, memprediksi neraca dagang pada bulan Juni 2020 akan mengalami surplus di kisaran US$ 1,5 miliar sampai US$ 2 miliar.

Yusuf melihat membaiknya perekonomian negara tujuan utama ekspor seperti China, India, dan beberapa negara di ASEAN turut mengerek ekspor Indonesia ke zona positif. Di sisi lain juga, harga komoditas unggulan mengalami perbaikan seperti minyak sawit, batubara dan nikel.

“Untuk ke depan, pemulihan ekonomi China akan terus berlanjut sehingga akan berdampak positif terhadap laju perbaikan kinerja ekspor Indonesia. Memang betul bahwa ekspor India akan sedikit terganggu akibat masalah Covid-19 di dalam negeri, namun seiring dengan perbaikan, hal ini akan kembali mendorong ekspor,” kata Yusuf saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (27/6).

Yusuf melanjutkan, mengenai harga komoditas sendiri, harga batubara masih akan tertopang permintaan yang tinggi dari China, begitu pula dengan harga nikel yang juga diproyeksikan masih akan relatif tinggi.

Baca Juga: Ekonom Celios proyeksikan neraca perdagangan bulan Juni 2021 akan surplus

Lebih lanjut, yusuf memproyeksikan pada kuartal II net ekspor sudah akan berkontribusi positif pada Produk Domestik Bruto (PDB), dengan kisaran pertumbuhan 4% sampai 5%.

Akan tetapi, untuk impor, akan ada peluang perlambatan pertumbuhan khususnya pada kuartal III, dengan asumsi penanganan pandemi baru akan menunjukkan hasil (dengan turunnya kurva kasus), maka impor untuk bahan baku industri dan impor barang konsumsi juga berpeluang akan turun.

Untuk itu, ekspor dan impor akan sangat dipengaruhi oleh faktor penanganan pandemik Covid-19. 

Selanjutnya: Setelah Pemerintah Bayar Utang, Seperti Ini Cadangan Devisa Per Akhir Mei

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×