kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Ekonom BCA Perkirakan BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan


Rabu, 19 Januari 2022 / 15:50 WIB
Ekonom BCA Perkirakan BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan
ILUSTRASI. Ekonom BCA Perkirakan BI Masih Tahan Suku Bunga Acuan


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkirakan Bank Indonesia (BI) masih menahan suku bunga acuan di level 3,50% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Januari 2022. 

Kepala ekonom BCA David Sumual mengatakan, masih dipertahankannya suku bunga acuan pada bulan ini menimbang beberapa alasan termasuk kondisi domestik yang masih stabil. 

“Neraca internal baik, inflasi masih bergerak rendah di bawah target BI, juga kondisi nilai tukar rupiah juga masih bergerak stabil,” ujar David kepada Kontan.co.id, Rabu (19/1). 

Baca Juga: BI Catat Utang Luar Negeri Indonesia Turun Pada November 2021, Ini Rinciannya

David memerinci, kondisi inflasi diperkirakan masih rendah atau di bawah kisaran sasaran BI yang sebesar 3% plus minus 1% pada awal tahun ini. 

Meski, ia tak menampik ada pergerakan beberapa komoditas yang bisa mendorong inflasi, seperti harga makanan terutama beras karena masalah panen. Namun, secara keseluruhan, ia yakin inflasi masih terkendali. 

Sedangkan nilai tukar rupiah juga bergerak masih stabil. Didukung dengan kondisi neraca transaksi berjalan yang diperkirakan surplus pada akhir tahun 2021 dan masih berpotensi surplus pada kuartal I-2022. 

Baca Juga: Jelang RDG BI Besok, Rupiah Berpotensi Bergerak Sideways

Ke depan, David percaya suku bunga acuan akan mulai mengalami perubahan pada semester II-2022. Namun, ia menduga BI masih akan berhati-hati dalam mengambil keputusan peningkatan suku bunga. 

“BI masih akan melihat perkembangan inflasi dan juga masih nanti akan melihat kondisi perekonomian. Sejauh ini, BI masih akan behind the curve dari The Fed,” tandas David. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×