kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Ekonom BCA Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2021 Hampir Capai 6%


Senin, 07 Februari 2022 / 06:10 WIB
Ekonom BCA Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2021 Hampir Capai 6%


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual optimistis pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2021 melesat hampir 6% yoy. 

“Untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2021 kami perkirakan bisa tumbuh di 5,9% yoy,” tutur David kepada Kontan.co.id, beberapa waktu lalu. 

Perkiraan pertumbuhan ini melampaui realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2021 yang sebesar 3,51% yoy. Karena menurut David, sejumlah kondisi menunjukkan perbaikan perekonomian. 

Seperti, mobilitas masyarakat yang makin baik di kuartal IV-2021. Ini pun kemudian mendorong peningkatan aktivitas ekonomi. Belum lagi ada momentum Natal dan Tahun Baru pada periode tersebut sehingga mendorong konsumsi rumah tangga. 

Baca Juga: Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Berdampak pada Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2022

Kemudian, kinerja ekspor juga masih mumpuni, karena Indonesia masih mendapatkan durian runtuh dari peningkatan harga komoditas global. 

Dengan perkembangan tersebut, David memperkirakan pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2021 bisa menyentuh 4,0% yoy. 

Sedangkan pada tahun 2022, David percaya pertumbuhan ekonomi akan tumbuh di kisaran 5,2% yoy. Namun, dengan catatan tidak ada pengetatan aktivitas masyarakat kembali. 

Dengan mobilitas yang masih lancar, ini akan tetap mendorong konsumsi rumah tangga. Apalagi, ini merupakan motor penggerak pertumbuhan ekonomi domestik. “Jadi, muaranya tetap pengendalian kesehatan nomor satu,” jelas David. 

Selain mendorong konsumsi rumah tangga, David juga menyarankan pemerintah makin getol dalam menarik investasi. Karena paling tidak, bila ingin pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun ini masuk ke target pemerintah, komponen investasi perlu tumbuh 6% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×