Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai level inflasi pada Mei 2020, ekonom Bank Permata memproyeksikan terjadi deflasi di bulan Mei 2020.
Sebagai perbandingan, pada bulan April 2020, BPS mencatat mencatat inflasi sebesar 0,08% atau 2,67% year on year (yoy). Rendahnya inflasi bulan April tersebut dipicu akibat melemahnya daya beli masyarakat terdampak corona.
Baca Juga: Harga sembako terkendali, inflasi selama Ramadan dan Idul Fitri terjaga
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede memproyeksikan indeks harga konsumen pada bulan Mei 2020 akan mengalami deflasi sebesar 0,05% mom hingga inflasi 0,05% mom dari bulan sebelumnya yang tercatat 0,08% mom di bulan April 2020.
Adapun hitungan untuk inflasi tahunan per bulan Mei 2020 diperkirakan ada di kisaran 2,07% - 2,14% yoy dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,17% yoy.
Josua merinci, potensi deflasi pada bulan Mei 2020 ini didorong oleh adanya deflasi dari beberapa kelompok harga yang terindikasi dari penurunan harga sebagian besar komoditas pangan seperti beras (-0,1%MoM), telur ayam (-5,5%MoM), bawang putih (-14,6%MoM), cabai merah (-4,3%MoM), cabai rawit (-15,4%MoM), minyak goreng (-0,5%MoM) dan gula pasir (-4,0%MoM).
Baca Juga: Ekonom Samuel Sekuritas proyeksikan inflasi Mei 2020 di kisaran 0,4% mom
Sementara itu, ada juga beberapa harga komoditas pangan yang cenderung naik antara lain daging ayam (14,7%MoM), daging sapi (1,0%MoM), danbawang merah (22,4%MoM).
“Namun tren penurunan sebagian harga komoditas pangan yang juga terjadi menunjukkan adanya koordinasi pengendalian inflasi di tingkat nasional dan daerah cenderung baik di tengah Covid-19 ini,” Kata Josua kepada Kontan, Rabu (27/5).
Baca Juga: Orang kaya China berburu rumah mewah ke Singapura hingga Sydney
Meski demikian, inflasi inti diprediksi cenderung menurun dari bulan sebelumnya yang tercatat 2,85% yoy.
Angka ini dipengaruhi oleh inflasi sisi permintaan yang cenderung rendah, serta penurunan harga emas perhiasan sepanjang bulan Mei 2020 sebesar -2,13% mom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













