kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom Samuel Sekuritas proyeksikan inflasi Mei 2020 di kisaran 0,4% mom


Selasa, 26 Mei 2020 / 18:52 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA,02/05-DEFLASI BULAN MEI. Pedagang bahan makanan melayani calon pembeli di Pasar Rumput, Manggarai, Jakarta, Senin (02/05). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan indeks harga konsumen (IHK) April 2016 mengalami deflasi sebesar 0,45% dibanding bula


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) terkaitf inflasi pada Mei 2020, ekonom juga memprediksikan inflasi menurut perhitungannya.

Pada bulan April 2020, BPS mencatat mencatat inflasi sebesar 0,08% atau 2,67% year on year (yoy). Rendahnya inflasi bulan April tersebut dipicu akibat melemahnya daya beli masyarakat terdampak corona.

Baca Juga: Orang kaya China berburu rumah mewah ke Singapura hingga Sydney

Ekonom Samuel Sekuritas, Ahmad Mikail Zaini, memproyeksikan, inflasi pada bulan Mei 2020 berada di level 0,4% mom. Bila secara tahunan, perhitungannya di kisaran 2,8% secara yoy.

Ia merinci, ada beberapa hal yang mendorong inflasi pada bulan ini seperti kenaikan harga sembako yang menyumbang cukup besar.

“Daging ayam dan bawang merah serta beras mendorong inflasi bulan Mei 2020,” Jelasnya kepada kontan.co.id, Selasa (26/5).

Baca Juga: Saat Gubernur BI Perry Warjiyo silaturahmi daring rayakan lebaran

Selain itu ada juga faktor yang menekan inflasi Mei 2020 seperti ongkos transportasi. “Yang menekan inflasi itu masih dari ongkos transportasi yang tertekan,” Tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×