kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

Ekonom Bank Mandiri ramal kontribusi ekspor pada PDB akan naik pada semester II


Kamis, 29 Juli 2021 / 17:17 WIB
ILUSTRASI. Kapal kargo bersandar di Terminal Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (17/11/2020). ANTARA FOTO/Didik Suhartono/foc.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman prediksi kontribusi ekspor Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan naik 7,4% di Semester II 2021 dan akan tumbuh 9,4% di sepanjang tahun 2021.

Hal ini disebabkan harga komoditas cenderung terus naik seiring tingginya permintaan di tengah pemulihan ekonomi global. Yakni Faisal bilang, komoditas tersebut adalah komoditas Crude Palm Oil (CPO) atau Minyak sawit  tumbuh 69.7% yoy di Semester II-2021 dan sepanjang tahun 2021 tumbuh 42.3% yoy.

Selain itu, ada juga komoditas batu bara, dan besi. Harga baja diproyeksikan tumbuh  42% yoy.

Baca Juga: Tanpa program perlindungan sosial, tingkat kemiskinan meningkat menjadi 17,15%

“Harganya cenderung menguat karena naiknya permintaan di tengah pemulihan ekonomi global. Selain itu Tiongkok dan Amerika Serikat juga diperkirakan akan menjadi tujuan utama ekspor Indonesia. ” kata Faisal kepada Kontan.co.id, Kamis (29/7).

Faisal mengatakan Tiongkok dan Amerika Serikat sedang dalam proses pemulihan ekonomi. Kedua negara tersebut juga diprediksi akan terus membaik ke depannya. Dengan begitu, kata Faisal Indonesia bisa berpotensi menumbuhkan ekspor dan dapat mengambil peluang dari sini.

Naiknya beberapa komoditas ekspor Indonesia tentunya menjadi kabar baik di tengah pandemi Covid-19 ini. Seperti yang sudah diketahui, jika dibandingkan dengan 2020 harga komoditas sempat turun akibat lemahnya permintaan global di tengah pandemi.

Selanjutnya: Indonesia kejar imbal dagang dengan Mexico, Rusia, dan Jerman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×