kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.619   66,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ekonom: Ada Potensi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tak Mencapai 5% di 2023


Kamis, 15 Desember 2022 / 17:19 WIB
ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi tak akan mencapai 5% di tahun depan


Reporter: Bidara Pink | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketidakpastian global akan menekan potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Bank Central Asia (BCA) memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpotensi tak mencapai 5% di tahun 2023.

Menurut perhitungan Kepala Ekonom BCA David Sumual, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan akan berada di kisaran 4,5% yoy hingga 5% yoy.

“Memang akan ada perlambatan, karena faktor global. Sehingga, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat,” tutur David kepada Kontan.co.id, Kamis (15/12).

Dengan adanya potensi resesi di berbagai negara, David melihat ini akan memengaruhi kinerja ekspor Indonesia. Belum lagi ada normalisasi harga komoditas.

Sedangkan dari sisi pertumbuhan konsumsi rumah tangga, David melihat masih tumbuh. Namun, pemerintah perlu bekerja ekstra dalam menjaga ini.

Baca Juga: Bank Dunia Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2023 Tak Sampai 5%

Dengan porsi lebih dari 50% terhadap produk domestik bruto (PDB), untuk menjaga pertumbuhan konsumsi rumah tangga pemerintah perlu menjaga keyakinan masyarakat.

“Ini perlu dijaga karena besar pengaruhnya ke perekonomian. Masyarakat perlu yakin untuk melakukan konsumsi,” tambah David.

Sedangkan untuk investasi, David melihat dampak tahun pemilihan umum yang jatuh pada tahun 2024 akan mulai dirasakan pada tahun depan. Namun, masih ada sejumlah investor berorientasi jangka panjang yang akan menanam modal.

Belanja pemerintah juga tak akan sengegas tahun-tahun sebelumnya. Mengingat, pemerintah harus membawa defisit anggaran ke bawah 3% PDB mulai tahun depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×