kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Efek Ganasnya Harga Beras, Inflasi Tahunan Februari 2024 Mencapai 2,75%


Jumat, 01 Maret 2024 / 10:48 WIB
Efek Ganasnya Harga Beras, Inflasi Tahunan Februari 2024 Mencapai 2,75%
ILUSTRASI. BPS melaporkan inflasi pada Februari 2024 mengalami peningkatan menjadi 2,75% secara tahunan.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi pada Februari 2024 mengalami peningkatan menjadi 2,75% secara tahunan alias year on year (YoY). Angka inflasi ini meningkat jika dibandingkan inflasi Januari 2024 yang tercatat sebesar 2,57% YoY.

"Terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 102,75 pada Februari 2023 menjadi 105,58 pada Februari 2024," ujar  Deputi Bidang Statistik Produksi M.Habibullah dalam Konferensi Pers, Jumat (1/3).

Habibullah mengatakan, peningkatan inflasi pada Februari 2024 secara tahunan ini terutama didorong oleh inflasi kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau. Kelompok tersebut pada Februari 2024 mencatat inflasi sebesar 6,36% dengan andil inflasi sebesar 1,79%.

Baca Juga: BPS: Hampir Seluruh Provinsi Mengalami Inflasi Beras

Sementara komoditas utama penyumbang inflasi adalah beras, cabai merah, daging ayam ras, sigaret kretek mesin, tomat, bawang putih dan gula pasir. 

Dia menambahkan, komoditas yang juga menyumbang inflasi secara signifikan yaitu emas perhiasan, angkutan udara, dan biaya kontrak rumah.

Adapun secara bulanan, inflasi pada Februari 2024 yang tercatat sebesar 0,37% MoM juga disumbang terbesar dari makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,00% dan memberikan andil inflasi sebesar 0,37%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×