kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Duh! Walikota Bandung dicekal KPK


Senin, 25 Maret 2013 / 14:25 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan melintas saat hujan deras melanda kawasan Karet Tengsin, Jakarta, Senin (19/10/2020). Cuaca hari ini di Jabodetabek cerah berawan hingga hujan petir, menurut ramalan BMKG. KONTAN/Fransiskus Simbolon.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM melakukan pencegahan dan pencekalan kepada Walikota Bandung Dada Rosada. Pencekalan berangkat ke luar negeri itu dilakukan setelah adanya permintaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Ditjen Imigrasi sudah melakukan pencegahan dan pencekalan atas nama Dada Rosada," kata Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, Senin (25/3). Denny mengungkapkan, permintaan pencekalan dari KPK itu tiba di kantornya pada tertanggal 23 Maret2013.

Alasan pencekalan ini terkait dengan dugaan kasus korupsi penyimpangan Dana Bantuan Sosial (Bansos) di Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Denny bilang, pencekalan terhadap Dada akan berlaku selama enam bulan ke depan.

Sebagai informasi saja, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung Setyabudi Tejocahyono, dan seorang pengusaha berinisial A pada Jumat (22/3) pukul 14.15 WIB.

Hakim Setyabudi diduga menerima suap terkait kasus Bansos yang dikabarkan membawa-bawa institusi Pemerintah Kota Banding. Dalam penangkapan wakil ketua Pengadilan Negeri Bandung, KPK menemukan uang senilai Rp150 juta.

Perkara dugaan korupsi Bansos ini kini tengah ditangani di PN Bandung. Kasus ini diduga telah merugikan negara senilai Rp66,558 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×