kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.602   49,00   0,28%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Duh, sentimen ketidakpastian yang tinggi mengelilingi penyusunan APBN 2020


Rabu, 21 Agustus 2019 / 09:18 WIB
ILUSTRASI. MENKEU KUNJUNGI GIIAS 2019


Reporter: Grace Olivia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, proses penyusunan APBN 2020 beserta asumsi makronya sangat dipengaruhi oleh arah perekonomian global ke depan. 

Pasalnya, banyak perubahan arah kebijakan yang membuat kondisi ekonomi dunia bergejolak dan semakin sulit diprediksi. Menurutnya, ada beberapa sentimen utama yang menjadi penentu momentum perekonomian global selanjutnya. 

Pertama, arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) oleh The Federal Reserve. “The Fed awalnya menaikkan suku bunga, sekarang dia menurunkan. Kita belum tahu apakah mereka akan melakukan (menurunkan) lagi atau tidak,” ujar mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, Selasa (20/8). 

Ia menilai, arah kebijakan suku bunga The Fed ini menjadi salah satu penentu apakah momentum pelemahan ekonomi dunia terus berlanjut atau berbalik pada tahun 2020 nanti. 

Baca Juga: Pertamina: Kami siap ditugaskan untuk akuisisi di luar negeri

Kedua, faktor perang dagang antara AS dan China. Sri Mulyani mengakui, sentimen perang dagang menjadi yang paling sulit untuk diprediksi lantaran sangat bergantung pada kesepakatan kedua negara tersebut.

Yang jelas, dampak dari perang dagang yang bergulir sejak tahun 2018 itu sudah makin terlihat pada geliat perekonomian dunia. “Terutama pada kegiatan-kegiatan industri manufaktur, PMI China sudah melemah. Pertumbuhan ekonomi China juga melemah,” lanjut Sri Mulyani. 

Kebijakan AS maupun China dalam situasi perang dagang ini, menurutnya, juga akan menentukan momentum ekonomi global di tahun depan. Apakah akan memunculkan optimisme, atau justru sebaliknya menambah ketidakpastian yang semakin perlu diwaspadai. 




TERBARU

[X]
×