kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Dugaan kartel motor, Yamaha kooperatif


Rabu, 29 Juli 2015 / 20:37 WIB
Dugaan kartel motor, Yamaha kooperatif


Reporter: David Oliver Purba | Editor: Adi Wikanto

Jakarta. Setelah sebelumnya kasus persaingan tidak sehat yang menyeret enam perusahaan ban dalam negri, kali ini Dugaan tindakan kartel kembali menyeruak.
Nama pabrikan motor asal Jepang PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan PT Astra Honda Motor diduga melakukan praktek usaha yang tidak sehat.

Saat dimintai konfirmasi oleh KONTAN, terkait kasus ini General Manager Marketing Yamaha Indonesia Mohammad Masykur tidak banyak berkomentar. Namun Dia meyakinkan bahwa Yamaha bakal bertindak kooperatif dengan memenuhi semuai panggilan dari pihak berwenang. "Kami taat aturan, kalau diperlukan kami akan siap datang dan menjelaskan semuanya," jelas Masykur, Rabu(29/7).

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf menyebut dari beberapa kali proses penyelidikan yang telah dilakukan, baik Yamaha maupun Honda cukup kooperatif memenuhi setiap panggilan. "Setiap panggilan mereka sering datang,"jelas Syarkawi.

Sekadar Info, Januari 2015 lalu KPPU menerima laporan adanya dugaan kartel yang dilakukan oleh Yamaha dan Honda. Kartel ini terindikasi dalam bentuk perjanjian penetapan harga dan pembatasan jumlah produksi. Kasus ini masih dalam tahap investigasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×