kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.874.000   -21.000   -1,11%
  • USD/IDR 16.372   49,00   0,30%
  • IDX 7.176   -23,15   -0,32%
  • KOMPAS100 1.044   -7,03   -0,67%
  • LQ45 815   -3,41   -0,42%
  • ISSI 226   -0,18   -0,08%
  • IDX30 426   -2,13   -0,50%
  • IDXHIDIV20 508   0,07   0,01%
  • IDX80 118   -0,55   -0,47%
  • IDXV30 121   0,13   0,11%
  • IDXQ30 139   -0,23   -0,17%

Dua Pengusaha Lokal Berebut Hak Merek Kertas Rokok


Senin, 12 Juli 2010 / 09:17 WIB
Dua Pengusaha Lokal Berebut Hak Merek Kertas Rokok


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kertas rokok yang menjadi pembungkus batang rokok adalah bahan yang sangat penting dalam produksi rokok selain tembakau dan cengkeh. Tak heran, dua pengusaha lokal rela bertarung di Pengadilan untuk memperebutkan merek kertas rokok.

Liknawati, pengusaha asal Malang, mengajukan gugatan pembatalan merek kertas rokok Wayang milik Watma Subandi, pengusaha asal Tasikmalaya ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Pasalnya, Liknawati menilai, merek tersebut memiliki persamaan dengan merek miliknya.

Tidak hanya mempermasalahkan soal merek Wayang untuk kertas rokok, Liknawati juga mempersoalkan gambar wayang milik Watma. Sebab, gambar wayang milik Watma memiliki persamaan dengan merek dan gambar merek Wayang Seno dan Brantasena kepunyaan Liknawati.

Selain itu, menurut kuasa Hukum Liknawati, Ferry Ericson Djawa, merek dagang Wayang tidak dapat didaftarkan karena istilah wayang telah menjadi milik umum. "Ini diatur dalam Undang-undang (UU) Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek," katanya, akhir pekan lalu. Makanya, Liknawati menuntut pembatalan merek Wayang yang telah terdaftar di Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM.

Kuasa Hukum Watma, Yanto Jaya secara tegas menyatakan bahwa kliennya merupakan pemegang hak eksklusif atas merek Wayang untuk kertas rokok. Watma telah menggunakan merek Wayang itu sejak 1986 silam. "Sesuai dengan asas first to file, kami adalah pemilik yang sah merek tersebut. Hak eksklusif itu sampai sekarang terus diperpanjang," paparnya.

Apalagi, sebelumnya, Watma telah memidanakan Liknawati. Watma melaporkan Liknawati dalam kasus pidana di Malang dengan dugaan pelanggaran UU Merek. Alasannya, Liknawati memperdagangkan barang dengan merek Wayang Seno dan Brantasena yang mirip dengan kertas rokok Wayang milik Watma Subandi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Banking Your Bank

[X]
×