kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45891,58   -16,96   -1.87%
  • EMAS1.358.000 -0,37%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Dua Jenis Investasi Ini Layak Dikoleksi di Tengah Memanasnya Tensi Geopolitik Global


Selasa, 16 April 2024 / 08:38 WIB
Dua Jenis Investasi Ini Layak Dikoleksi di Tengah Memanasnya Tensi Geopolitik Global
ILUSTRASI. Dua Jenis Investasi Ini Layak Dikoleksi di Tengah Memanasnya Tensi Geopolitik Global


Reporter: Rashif Usman, Sugeng Adji Soenarso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tensi geopolitik Timur Tengah meningkat, selepas Iran menyerang Israel dengan ratusan drone dan rudal pada Sabtu (13/4) malam. Pasar keuangan kembali terguncang dan sempat meluruhkan nilai sejumlah aset investasi menyusul ketidakpastian baru itu.

Pasar saham di Asia, misalnya, melemah pada penutupan Senin (15/4). Kemarin, indeks saham Nikkei Jepang turun 0,74% ke posisi 39.232,80, sementara indeks Hang Seng terpangkas 0,72% ke level 16.600,46.

Kurs rupiah melemah di kisaran Rp 16.000 per dolar AS, saat dolar AS juga unjuk gigi terhadap sejumlah mata utama dunia lainnya. Misalnya, yen terkoreksi 0,76%, sementara euro turun 0,11%.

Baca Juga: Timur Tengah Tegang, Dolar AS Makin Perkasa, Bagaimana Nasib Rupiah?

Jusua Pardede, Ekonom Bank Permata, melihat ketidakpastian global menyebabkan investor menarik dana dari aset berisiko tinggi, terutama dari negara berkembang seperti Indonesia. Dus, aliran modal keluar dari pasar saham dan obligasi Indonesia berpeluang makin deras.

Nah, dalam situasi yang tak pasti ini, aset-aset safe haven. menjadi incaran investor untuk mengamankan aset investasinya. Sejauh ini ada dua aset safe haven yang tetap menjadi primadona, yakni emas dan dolar AS.

Berdasarkan data Trading Economics, harga emas berada di level US$ 2.350 per ons troi pada pukul 17.25 WIB, Senin (15/4). Harga emas tersebut menguat 0,50% dalam sepekan terakhir.

Sementara indeks dolar juga masih mendaki dan berada di posisi 105. Indeks yang menunjukkan laju dolar AS tersebut menguat 1,70% dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Pemerintah Indonesia Siapkan Sejumlah Langkah Cegah Dampak Ketegangan Iran-Israel

Pengamat komoditas dan mata uang Lukman Leong menyatakan, krisis politik di kawasan Timur Tengah mendorong penguatan dolar AS dan menyokong kenaikan harga emas.

Pada saat bersamaan, aksi borong emas oleh sejumlah bank sentral negara-negara besar semakin menopang kenaikan harga emas. "Untuk saat ini, hanya kedua instrumen itu yang menjadi pilihan safe haven terbaik," tutur Lukman, kemarin.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×