kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.830
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS614.076 0,33%

Dua dampak buruk kenaikan cukai versi pekerja rokok

Rabu, 11 Juli 2018 / 21:52 WIB

Dua dampak buruk kenaikan cukai versi pekerja rokok
ILUSTRASI. Penjualan rokok - pita cukai rokok hmsp



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman (FSP RTMM-SPSI) mengimbau pemerintah akan adanya dampak negatif terhadap industri rokok dan pendapatan negara dengan dinaikkannya tarif cukai di 2019 mendatang.

“Fakta PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terjadi masih setiap tahun, salah satu faktornya karena kenaikan cukai. Kalau omset turun, pengusaha pasti PHK pekerjanya,” kata Ketua Umum FSP RTMM-SPI, Sudarto dalam siaran persnya, Senin (10/7).


Menurut Sudarto, pemerintah memang memiliki kepentingan meningkatkan penerimaan negara untuk memenuhi kebutuhan belanja setiap tahunnya. Namun besaran tarif cukai yang tinggi dalam 5-8 tahun terakhir ini menyebabkan penurunan jumlah buruh rokok.

“Kami aktif menyuarakan dari pejabat tingkat kabupaten atau kota, sampai berbagai instansi dan pejabat di tingkat pusat. Saya bahkan pernah menyampaikan langsung ke Presiden Joko Widodo,” ujar dia.

Sementara, Ketua Paguyuban Mitra Produk Sigaret Indonesia (MPSI), Djoko Wahyudi menambahkan naiknya tarif cukai rokok juga akan menggerus pendapatan negara. “Kalau tujuannya untuk menaikkan pendapatan dari pita cukai, saya pikir tidak tepat. Pendapatan industri pasti menurun dan mengurangi jumlah tenaga kerja (PHK). Pemerintah akan mengalami dua kerugian," ujar dia.

Sependapat, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat, Andreas Eddy Susetyo, mengatakan pemerintah dapat menaikkan tarif cukai, namun jangan terlampau tinggi. "Kita tahu dalam 2 tahun ini industrinya menurun, karena itu jangan sampai kenaikan cukai berlebihan sehingga kontraproduktif," katanya.

Pemerintah, Andreas meneruskan, wajib mempertimbangkan tenaga kerja yang terlibat di industri rokok. "Karena di industri tembakau ini tenaga kerjanya sangat besar. Ada sekitar 5 juta orang yang terlibat dalam rantai industri tembakau," ujar politikus dari Fraksi PDI Perjuangan ini.


Reporter: Handoyo
Editor: Yoyok

INDUSTRI ROKOK

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0836 || diagnostic_web = 0.7687

Close [X]
×