kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Draf revitalisasi Bulog diserahkan Oktober ini


Kamis, 04 Oktober 2012 / 16:04 WIB
Draf revitalisasi Bulog diserahkan Oktober ini
ILUSTRASI. Ada beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan sebagai cara menghilangkan ketombe.


Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Koordinator Perekonomian berjanji menyerahkan draf rekomendasi revitalisasi Badan Usaha Logistik (Bulog) kepada presiden pada Oktober ini. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan draft tersebut tinggal menunggu kesepakatan kementerian.

Setelah diserahkan ke presiden, draf tersebut akan digodok menjadi Peraturan Presiden. Diperkirakan, peraturan tersebut keluar pada akhir 2012 ini.

Menurut Hatta, pada prinsipnya draf rekomendasi revitalisasi Bulog berusaha untuk mewujudkan adanya kecukupan produksi pangan nasional. Dia bilang poin-poin rekomendasi dari tim revitalisasi Bulog secara prinsip masih tetap sama seperti peran stabilitator harga untuk tiga barang komoditas seperti beras, kedelai, dan gula.

Hatta menjelaskan, kebijakan ini untuk melindungi petani dan konsumen. Menurutnya, petani akan terlindungi ketika harga anjlok. Begitupula ketika harga tinggi, konsumen bisa terlindungi karena adanya suplai ke pasar yang bisa dilakukan Bulog. "Hal ini yang mau kita(Pemerintah) terapkan dan putuskan," ujarnya.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi yang juga Ketua Tim Revitalisasi Bulog mengakui, secara prinsip sudah ada ketetapan. Namun, dia bilang ada beberapa masalah teknis seperti harga komoditas, waktu pelaksanaan dan jumlah cadangan nasional.

Dalam rekomendasi pemerintah juga akan menerapkan konsep cadangan komoditas sebesar  7%-8% dari kebutuhan dalam negeri. Kebutuhan untuk beras sendiri sebesar 36-37 juta ton per tahun, kedelai 2 juta ton per tahun, dan gula sekitar  2,6 - 2,7 juta ton pertahun.

Menurut Bayu, konsep cadangan ini yang menjadi alat intervensi Bulog untuk menstabilisasi harga pasar dalam negeri. Nantinya, untuk menstabilkan harga Bulog akan menjual cadangan ke pasar dengan target penjualan ke daerah yang memiliki konsumsi rendah dan harga komoditas yang sangat tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×