kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Draf revitalisasi Bulog diserahkan Oktober ini


Kamis, 04 Oktober 2012 / 16:04 WIB
ILUSTRASI. Ada beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan sebagai cara menghilangkan ketombe.


Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kementerian Koordinator Perekonomian berjanji menyerahkan draf rekomendasi revitalisasi Badan Usaha Logistik (Bulog) kepada presiden pada Oktober ini. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan draft tersebut tinggal menunggu kesepakatan kementerian.

Setelah diserahkan ke presiden, draf tersebut akan digodok menjadi Peraturan Presiden. Diperkirakan, peraturan tersebut keluar pada akhir 2012 ini.

Menurut Hatta, pada prinsipnya draf rekomendasi revitalisasi Bulog berusaha untuk mewujudkan adanya kecukupan produksi pangan nasional. Dia bilang poin-poin rekomendasi dari tim revitalisasi Bulog secara prinsip masih tetap sama seperti peran stabilitator harga untuk tiga barang komoditas seperti beras, kedelai, dan gula.

Hatta menjelaskan, kebijakan ini untuk melindungi petani dan konsumen. Menurutnya, petani akan terlindungi ketika harga anjlok. Begitupula ketika harga tinggi, konsumen bisa terlindungi karena adanya suplai ke pasar yang bisa dilakukan Bulog. "Hal ini yang mau kita(Pemerintah) terapkan dan putuskan," ujarnya.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi yang juga Ketua Tim Revitalisasi Bulog mengakui, secara prinsip sudah ada ketetapan. Namun, dia bilang ada beberapa masalah teknis seperti harga komoditas, waktu pelaksanaan dan jumlah cadangan nasional.

Dalam rekomendasi pemerintah juga akan menerapkan konsep cadangan komoditas sebesar  7%-8% dari kebutuhan dalam negeri. Kebutuhan untuk beras sendiri sebesar 36-37 juta ton per tahun, kedelai 2 juta ton per tahun, dan gula sekitar  2,6 - 2,7 juta ton pertahun.

Menurut Bayu, konsep cadangan ini yang menjadi alat intervensi Bulog untuk menstabilisasi harga pasar dalam negeri. Nantinya, untuk menstabilkan harga Bulog akan menjual cadangan ke pasar dengan target penjualan ke daerah yang memiliki konsumsi rendah dan harga komoditas yang sangat tinggi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×