kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.071   -39,00   -0,22%
  • IDX 6.053   13,08   0,22%
  • KOMPAS100 791   2,79   0,35%
  • LQ45 601   1,99   0,33%
  • ISSI 210   -0,40   -0,19%
  • IDX30 340   1,04   0,31%
  • IDXHIDIV20 423   0,78   0,19%
  • IDX80 90   0,29   0,32%
  • IDXV30 115   -0,26   -0,22%
  • IDXQ30 109   0,27   0,25%

DPR: Target cukai tembakau 2016 tidak realistis


Senin, 05 Oktober 2015 / 18:11 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Ketua Komisi XI Fadel Muhammad menilai target cukai hasil tembakau yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 142,7 triliun tidak realistis.

Usulan pemerintah tersebut sudah masuk ke Panitia Badan Anggaran DPR pekan lalu.

Target tersebut menurut Fadel masih memberatkan industri rokok. "Kami fokus untuk menyelamatkan industri agar tidak terjadi PHK besar-besaran," katanya, Senin (5/10).

Salah satu poin yang menjadi pertimbangan adalah perlambatan ekonomi yang terjadi saat ini. Menurut Fadel, jangan sampai industri ditambah beban baru dengan kenaikan cukai tersebut. "Untuk itu kami akan fokus membahas masalah ini," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia Muhaimin Mufti mengaku keberatan dengan kenaikan cukai yang tinggi.

Menurut Mufti, penyesuaian itu harus dilihat dari target riil di tahun 2015. "Di tahun ini, sampai Agustus, target yang tercapai baru Rp 70 triliun sampai Rp 75 triliun. Bila dihitung sampai akhir tahun paling tidak pencapaian menjadi Rp 115 triliun,” jelasnya.

"Seperti telah kami sampaikan kepada Pemerintah dan Kementerian Keuangan RI dalam berbagai kesempatan, angka penerimaan cukai hasil tembakau 2016 yang realistis adalah sebesar Rp 129 triliun," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×