kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.558   28,00   0,16%
  • IDX 6.762   -96,84   -1,41%
  • KOMPAS100 901   -14,63   -1,60%
  • LQ45 661   -8,44   -1,26%
  • ISSI 245   -3,06   -1,23%
  • IDX30 373   -3,68   -0,98%
  • IDXHIDIV20 456   -5,42   -1,17%
  • IDX80 103   -1,36   -1,31%
  • IDXV30 130   -1,44   -1,09%
  • IDXQ30 119   -1,23   -1,02%

DPR Kembali Pertanyakan Data Hasil Food Estate Kementan


Selasa, 24 Januari 2023 / 17:10 WIB
ILUSTRASI. Komisi IV DPR RI kembali mempertanyakan data hasil program food estate Kementerian Pertanian.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Komisi IV DPR RI kembali mempertanyakan data hasil program food estate alias lumbung pangan Kementerian Pertanian (Kementan).

Ketua Komisi IV DPR Sudin menyebut, data food estate yang dilampirkan Kementan bukanlah data valid. Ia mengaku ada sejumlah kejanggalan terhadap data program food estate yang diberikan pemerintah.

"Tidak ada yang namanya food estate palsu, yang ada data yang di-markup oleh Kementerian Pertanian hasil produksi dari food estate," kata Sudin dalam Rapat Kerja Komisi IV dan Kementan, Selasa (24/1).

Baca Juga: Tahun Ini, Belum Ada Perluasan Lahan untuk Food Estate

Untuk itu, Sudin sepakat DPR akan membentuk panitia kerja atau panja khusus food estate disejumlah wilayah pengembangan.

"Yang kurang pas adalah perihal produksinya dan kita sudah sepakat untuk membuat Panja perihal food estate di berbagai wilayah," kata Sudin.

Sebelumnya, Pengamat Pertanian dan Guru Besar Teknologi Hasil Pertanian Unika Santo Thomas Medan Posman Sibuea mengamati program food estate perlu dievaluasi.

Posman menilai, program food estate masih menjadi teka-teki sebagian besar masyarakat. Sudah masuk tahun ketiga, namun hasil dari program untuk ketahanan pangan masih belum maksimal.

'Anggaran yang digunakan sudah sangat banyak, tetapi masih belum jelas arahnya meski tujuan utamanya untuk penguatan ketahanan pangan," jelas Posman kepada Kontan.co.id, Minggu (8/1).

Baca Juga: Pengamat: Kebijakan Food Estate Perlu Dievaluasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×