kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

DPR kecewa hasil perundingan Kinabalu


Selasa, 07 September 2010 / 12:23 WIB
DPR kecewa hasil perundingan Kinabalu


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Edy Can

JAKARTA. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kecewa dengan hasil perundingan antara Indonesia-Malaysia di Kinabalu kemarin. Wakil Ketua DPR Pramono Anung menyatakan, hasil di Kinabalu tetap tidak menunjukkan diplomasi yang tegas dari pemerintah. "Saya melihat terlalu diplomatis, tidak menunjukkan bangsa ini mempunyai harga diri," ujar Pramono, Selasa (7/9).

Pramono mengatakan, seharusnya pemerintah meminta Malaysia meminta maaf atas penangkapan tiga aparat Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kalaupun tidak diucapkan langsung, dia mengatakan, seharusnya permohonan maaf itu masuk dalam catatan perundingan itu.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap agar ke depan pemerintah bisa memberikan hasil yang lebih konkret terhadap hubungan diplomatik dengan Malaysia, terutama soal perbatasan. "Bagi DPR yang penting bagaimana perubahan sikap Malaysia dalam menghargai Indonesia," pungkasnya.

Kemarin, Pemerintah Indonesia dan Malaysia sudah bertemu untuk berunding pasca-insiden penangkapan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 13 Agustus lalu. Kedua pemerintah hanya sepakat tidak ada lagi penangkapan petugas kelautan seperti yang lalu lagi. Selain itu, kedua pemerintah hanya menyepakati untuk mendorong Working Group (kelompok kerja) terkait untuk mencapai kemajuan yang substantif terhadap Letter of Intent (LOI) mengenai tenaga kerja Indonesia (TKI).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×