kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

DPP Demokrat minta kader bermasalah segera mundur


Jumat, 15 Juni 2012 / 13:14 WIB
ILUSTRASI. Pabrik kelapa sawit PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Jafar Hafsah kembali meminta kader partai Demokrat segera mengundurkan diri. Pernyataan Jafar itu untuk menegaskan kembali permintaan dari ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Jafar, pesan moral dari SBY tersebut tak hanya dikemukakan untuk orang-orang tertentu saja di dalam partainya, melainkan berlaku untuk seluruh kader partai. "Tergantung bagaimana mereka menjelaskan, memahami, memberikan deskripsi terhadap pernyataan itu,'' tegas Jafar di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/6).

Pada pertemuan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat, SBY meminta kader partai bermasalah untuk mundur. Selain itu, ia juga meminta kader partai Demokrat untuk menjalankan politik bersih, cerdas, dan santun.

Mengenai kader Demokrat yang terlilit kasus hukum, Jafar meminta aparatur hukum segera mempercepat proses hukumnya. Dengan begitu, kata Jafar, akan ada kepastian hukum agar kader partai yang tersangkut kasus-kasus korupsi tidak menjadi beban bagi partai. "Kalau tersangkut kasus, lebih baik mengundurkan diri," pinta Jafar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×