kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

DPP Demokrat minta kader bermasalah segera mundur


Jumat, 15 Juni 2012 / 13:14 WIB
ILUSTRASI. Pabrik kelapa sawit PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA)


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Jafar Hafsah kembali meminta kader partai Demokrat segera mengundurkan diri. Pernyataan Jafar itu untuk menegaskan kembali permintaan dari ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Jafar, pesan moral dari SBY tersebut tak hanya dikemukakan untuk orang-orang tertentu saja di dalam partainya, melainkan berlaku untuk seluruh kader partai. "Tergantung bagaimana mereka menjelaskan, memahami, memberikan deskripsi terhadap pernyataan itu,'' tegas Jafar di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (15/6).

Pada pertemuan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat, SBY meminta kader partai bermasalah untuk mundur. Selain itu, ia juga meminta kader partai Demokrat untuk menjalankan politik bersih, cerdas, dan santun.

Mengenai kader Demokrat yang terlilit kasus hukum, Jafar meminta aparatur hukum segera mempercepat proses hukumnya. Dengan begitu, kata Jafar, akan ada kepastian hukum agar kader partai yang tersangkut kasus-kasus korupsi tidak menjadi beban bagi partai. "Kalau tersangkut kasus, lebih baik mengundurkan diri," pinta Jafar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×