kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.734   15,00   0,08%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Dorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi, pemerintah siapkan protokol masuk kerja


Rabu, 27 Mei 2020 / 15:51 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyimak pertanyaan wartawan saat memberikan keterangan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). Pemerintah resmi meluncurkan situs Kartu Prakerja yang


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menyiapkan protokol untuk membuka kembali kegiatan ekonomi di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Saat ini telah ada surat edaran Menteri Kesehatan untuk protokol tempat kerja dan industri, serta protokol bagi tempat kerja sektor swasta dan perdagangan. Protokol tersebut akan melihat perkembangan Covid-19.

Baca Juga: Sambut kenormalan baru, rumah ibadah bakal dibuka secara bertahap

"Jadi protokol-protokol itu berbagai sektor telah menyiapkan protokolnya," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas, Rabu (27/5).

Protokol untuk kembalinya kegiatan ekonomi di tengah pandemi mengacu pada protokol kesehatan. Antara lain seperti kebersihan tangan menggunakan sabun, menggunakan masker, menerapkan physical distancing, isolasi mandiri, dan pengecekan suhu tubuh.

Secara spesifik sejumlah sektor masih dalam koordinasi. Koordinasi dilakukan baik dengan Menteri Kesehatan maupun dengan gugus tugas penanganan Covid-19.

Baca Juga: Garuda indonesia minta calon penumpang penuhi ketentuan masuk DKI Jakarta

"Akan disiapkan juga adalah sektor pariwisata dimana mengatur SOP mengenai hotel, kemudian restoran,dengan kapasitas yang dibatasi," terang Airlangga.




TERBARU

[X]
×