kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Dorong daya saing pariwisata, Kementerian PUPR tingkatkan sanitasi dan air bersih


Rabu, 19 Februari 2020 / 17:33 WIB
ILUSTRASI. Kementerian PUPR tingkatkan sanitasi dan air bersih. KONTAN/Fahriyadi


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyebaran virus corona turut berdampak pada pariwisata Indonesia. Kementerian/Lembaga pun saling melakukan akselerasi untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga mengatakan, sebagai upaya untuk mendorong daya saing pariwisata Indonesia,  Kementerian PUPR akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur juga meningakatkan sanitasi dan air bersih.

Baca Juga: Begini strategi PLN untuk perkuat kelistrikan di KEK Mandalika

"Kalau kami, salah satu sorotannya mengenai air bersih dan higienitas. Bagaimana kita meningkatkan higienitas. Artinya berbicara tentang air bersih dan sanitasi untuk Ditjen Cipta Karya. Karena tadi diidentifikasi di berbagai daerah wisata kita, masalah higienitas toilet menjadi concern," ujar Danis, Rabu (19/2).

Menurut Danis, sanitasi dan air bersih memang harus terus dijaga meski tidak terdapat virus corona. Hal ini mengingat kebersihan dan kenyamanan di tempat wisata menjadi salah satu indikator daya saing pariwisata.

Lebih lanjut, beberapa hal yang akan dilakukan PUPR terkait sanitasi dan air bersih yakni memperbaiki toilet publik, meningkatkan akses air bersih hingga menyelesaikan masalah sampah.

Baca Juga: Chatib Basri ungkap dampak virus corona ke pertumbuhan ekonomi Indonesia

"Misalnya kita menyiapkan incinerator di Labuan Bajo, lalu di beberapa daerah dari sekian liter per detik akan dikembangkan air bersihnya. Sampai ke toilet dan pun akan kita lihat juga," kata Danis.

Virus corona telah mempengaruhi pariwisata Indonesia. Beberapa daerah dilaporkan telah mengalami penurunan kunjungan wisatawan asing (wisman). Bahkan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan merevisi target kunjungan wisman tahun ini akibat virus corona.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×