kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.625   72,00   0,41%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah berupaya dongkrak produksi garam


Senin, 20 April 2015 / 09:31 WIB
ILUSTRASI. Poster Hari Pahlawan 2023. 


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi garam demi menekan impor garam. Salah satu caranya dengan menjalin kesepakatan dengan tujuh perusahaan garam di Indonesia.

Menteri Perindustrian Saleh Husin bilang tujuh perusahaan itu antara lain, Sumatraco Langgeng Abadi, Cheetam Garam Indonesia, Saltindo, Unichem, Budiono Bangun, Susanti Megah dan Garindo Sejahtera Abadi. "Kesepakatan dilakukan Sabtu (18/4) kemarin," ujarnya, kemarin.

Kesepakatan ini dilakukan dengan petani di Sampang, Madura. Ke depan, pemerintah akan melibatkan petani di daerah lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Barat. Kerjasama ini dilakukan agar produksi garam petani bisa lebih optimal dengan kualitas yang lebih baik agar  impor garam bisa ditekan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×