Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) masih menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah, terutama melalui aliran Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor migas.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pertamina Rinto Pudyantoro mengatakan, kontribusi sektor hulu migas terhadap daerah terlihat jelas dari penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah.
“Kontribusi hulu migas terhadap daerah dapat dilihat secara langsung dari Dana Bagi Hasil (DBH) migas dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) migas. Ini adalah bentuk nyata penerimaan yang langsung masuk ke kas daerah dan menjadi bagian dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Konflik Timur Tengah Kerek Harga Bahan Baku Hingga 40%, Harga Cat Bisa Naik 10%
Ia menjelaskan, DBH migas merupakan bagian dari penerimaan negara yang dibagikan kembali ke daerah penghasil. Sementara itu, PBB migas menjadi salah satu komponen pajak terbesar dalam struktur penerimaan daerah.
Secara nasional, sektor migas menyumbang sekitar separuh dari total penerimaan PBB. Menariknya, sekitar 98% dari penerimaan tersebut didistribusikan kembali ke daerah, sehingga memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Di daerah, kontribusi ini terlihat nyata. Di Kabupaten Tanjung Jabung, Provinsi Jambi, aktivitas PetroChina International Jabung Ltd menjadi penyumbang terbesar penerimaan daerah.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan tahun 2025, kontribusi dari sektor ini mencapai sekitar Rp 698 miliar melalui DBH migas dan sekitar Rp 280 miliar dari PBB migas. Nilai tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan kabupaten dan kota lain di Provinsi Jambi.
Penerimaan ini menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga program peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Rinto menambahkan, dampak industri hulu migas tidak hanya terbatas pada penerimaan langsung, tetapi juga menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian.
Baca Juga: Penjualan Tetap Stabil, Pangsa Pasar Hyundai Naik Jadi 2,8% di Kuartal I-2026
“Aktivitas hulu migas menciptakan efek berantai, mulai dari penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi lokal, hingga mendukung sektor lain seperti listrik dan industri,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













