kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

DKI perlu Rp 100 miliar bebaskan lahan di Jakut


Selasa, 11 Februari 2014 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. Makanan Sehat yang Bisa Anda Konsumsi saat Radang Tenggorokan


Sumber: TribunNews.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Walikota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya memerlukan anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk membebaskan lahan di kawasan Jakarta Utara, diantaranya di Kelurahan Cilincing, Kecamatan Marunda, Jakarta Utara yang rencananya akan dibangun waduk.

"Jadi kemarin itu kita minta 100 miliar untuk Jakarta Utara," ujar Heru usai menghadiri peresmian pembangunan waduk Marunda, Selasa (11/2/2014).

Namun, Heru mengungkapkan, pihaknya belum mendapatkan anggaran penuh untuk pembebasan lahan. Ia mengatakan baru Rp 15 miliar sehingga rencana pembebasan lahan belum dapat dilakukan menyeluruh.

"Disini masih ada kurang lebih 150 bangunan, lahan. Tapi sekarang hanya dikasih 15 miliar. Untuk itu, kita selesaikan dulu lah bangunan-bangunan yang memang belum dibayar," kata Heru.

Mengenai pembebasan lahan, Heru mengatakan pihaknya tetap akan melihat Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) sebahai patokan pembebasan lahan. Untuk tanah garapan, ia meminta pemilik tanah bernegosiasi dengan penggarap tanah mengenai biaya pembebasan lahan tersebut.

"Kalau girik saja kita masih hargai. Nah kalau tanah garapan, biar dinegosiasi pemiliknya dengan yang menempati, tapi tetap kita imbau kalau pemerintah memfasilitasi artinya pemerintah akan bela masyarakat, pasti lah," ucap Heru. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×