Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Direktur Lelang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Joko Prihanto mengajak untuk membantu dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjerumus ke dalam modus penipuan berkedok lelang.
“Saat ini masih banyak masyarakat yang menangis datang ke DJKN karena sudah transfer uang yang jumlahnya tidak sedikit, ternyata itu penipuan lelang,” ujar Joko dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat (18/2).
Joko mengingatkan kepada warga, agar terhindar dari penipuan adalah dengan cara mengenali terlebih dahulu sumber informasi lelang, meneliti barang yang dilelang dan tidak mudah tergiur dengan harga murah. “Lelang itu bukan harga murah tetapi harga terbaik,” kata Joko.
Selain itu dipastikan untuk selalu mengecek nama rekening sebelum melakukan transaksi serta menghindari untuk melakukan transaksi dengan nomor rekening pribadi.
Baca Juga: DJKN: Realisasi Lelang 2021 Capai Rp 35,16 Triliun, Tertinggi Selama 114 Tahun
“Kalau lelang yang benar melalui lelang.go.id itu setornya uang jaminan pembayaran dan lain-lain itu ya di rekening bendahara penerimaan kantor, jadi bukan atas nama pribadi. Selain itu juga memahami prosedur lelang,” katanya.
Joko juga mengajak warga yang ikut lelang dengan menggunakan platform lelang.go.id untuk menghindari terjadinya penipuan yang saat ini sedang marak terjadi.
“Karena lelang.go.id bukan hanya urusan dengan aparat penegak hukum, ada juga lelang sukarelanya,” katanya.
Dikutip dari laman resmi DJKN, lelang.go.id adalah sebuah platform pemerintah untuk melakukan proses lelang secara online tanpa memerlukan kehadiran peserta lelang.
Peserta lelang yang sudah mendaftar dan menyetorkan uang jaminan pelaksanaan lelang dapat melakukan penawaran melalui internet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)