kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Dituduh ikut menyadap RI, ini jawaban Singapura


Jumat, 29 November 2013 / 11:24 WIB
Dituduh ikut menyadap RI, ini jawaban Singapura
ILUSTRASI. PLTU Asam Asam di Jorong, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Pemerintah mendukung upaya PLN dalam mempensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU)


Sumber: Bloomber | Editor: Asnil Amri

SINGAPURA. Menteri Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam menyatakan, hubungan Singapura dengan Malaysia dan Indonesia tidak boleh rusak oleh tuduhan mata-mata baru-baru ini ramai diberitakan media massa.

"Indonesia dan Malaysia sudah tahu, kami tidak akan melakukan apapun untuk membahayakan kepentingan mereka," kata Shanmugam di Singapura hari ini (29/11). "Namun demikian, ada politik domestik di ketiga negara," jelasnya.

Sebelumnya, Malaysia memanggil duta besar Singapura di Malaysia awal pekan ini dan mengatakan pihaknya prihatin dengan aksi mata-mata. Sydney Morning Herald melaporkan, Indonesia dan Malaysia menjadi sasaran utama kerjasama intelijen Australia dan Amerika Serikat (AS) sejak 1970-an yang difasilitasi Singapura.

Pemberitaan dari Sydney Morning Herald pada 25 November silam itu mengacu pada dokumen yang dibocorkan oleh mantan pekerja intelijen AS, Edward Snowden.

Mengenai pemberitaan itu, Shanmugam bilang pihaknya tidak bisa membenarkan atau menyalahkan informasi tersebut. “Kami tidak bisa mengkonfirmasi atau menyangkal hal itu," kata Shanmugam.

Tuduhan mata-mata tersebut mencuat setelah hubungan Singapura dan Malaysia berangsur membaik setelah setengah abad mencapai ketegangan dalam hal isu-isu seperti pasokan air dan kepemilikan stasiun kereta api.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×