kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Diterpa Isu Negatif, Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi Indonesia Tetap Solid


Senin, 27 April 2026 / 14:00 WIB
Diterpa Isu Negatif, Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi Indonesia Tetap Solid
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta, Rabu (1/4/2026) (KONTAN/Dendi Siswanto)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyinggung adanya persepsi negatif di tengah publik terhadap kondisi ekonomi nasional, meski pemerintah meyakini fundamental ekonomi Indonesia saat ini berada dalam tren yang kuat.

Purbaya mengakui bahwa berbagai narasi negatif masih bermunculan, termasuk yang menyasar dirinya secara personal. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap fokus menjalankan agenda reformasi ekonomi yang dinilai nyata dan berdampak.

"Walaupun sekarang banyak berita negatif yang jelek-jelekin saya katanya, tapi saya tahu betul yang kita jalankan tidak main-main," ujar Purbaya dalam acara Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Santer Isu Reshuffle, Bahlil: Nanti Lihat Saja

Ia menekankan bahwa reformasi yang dilakukan pemerintah mencakup berbagai sektor, termasuk perpajakan yang disebutnya telah menunjukkan kinerja signifikan. 

Pada kuartal awal tahun ini, penerimaan pajak bahkan diklaim tumbuh hingga 20%, didorong oleh perbaikan sistem dan pengawasan.

Menurut Purbaya, persepsi publik yang cenderung pesimistis tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi. 

Ia justru melihat Indonesia memiliki daya tahan yang kuat di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga di kisaran 5% dan berpotensi meningkat.

Baca Juga: Apindo: Skema Perdagangan Karbon Tepat, Implementasi & Kepastian Hukum Jadi Kunci

"Ceteris paribus, dengan keadaan yang sama, tanpa reformasi industri yang berlebihan, kita bisa tumbuh 6% dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memperkuat integritas sektor keuangan dan memastikan pengawasan berjalan ketat melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna menjaga kepercayaan investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×