kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Disparbud Usulkan Penempatan PKL Di Lokasi Wisata


Kamis, 13 Agustus 2009 / 17:18 WIB


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Kesemrawutan Pedagang Kaki Lima (PKL) memang menjadi persoalan klasik yang dihadapi ibukota DKI Jakarta sejak dahulu. Yang terbaru, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta mengusulkan ke Pemprov DKI agar PKL segera dipindahkan ke lokasi wisata. “Jadi lokasi PKL akan bergabung dengan daerah wisata yang sekarang sudah ada. Sehingga kalau PKL teratur kan bisa menjadi daya tarik wisata,’ ujar Kepala Disparbud, Arie Budiman, Kamis(13/8).

Hingga kini, Disparbud yang berperan sebagai penggagas wacana tersebut tengah berkoordinasi dengan tiap wilayah kota. “Kan sudah ada surat keputusan gubernur mengenai jalur wisata sehingga penempatan PKL bisa cepat terealisasi,” jelasnya.

Arie menambahkan, nantinya akan dibangun jembatan penghubung antara pusat perbelanjaan di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Dus, akan ada jembatan antara Blok M Mall, Pasaraya dan Melawai. “Di jembatan penghubung itulah PKL berjualan. Selain teratur kan juga hemat tempat,” imbuh Arie.

Menurut Arie, penempatan PKL juga cocok dilakukan di jalur wisata Jakarta Utara. Jalur wisata yang dimaksud mencakup 12 tujuan wisata, semisal Suaka Margasatwa, Muara Angke, Menara Miring, Galangan VOC, Museum Bahari dan sebagainya. Lokasi wisata lain yang disiapkan Disparbud, yakni wisata Pasar Baru dan Lapangan Banteng.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×