kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Dipo: Anas jangan anggap dirinya unwanted child


Kamis, 28 Februari 2013 / 21:44 WIB
Black Widow dari Marvel Studios dibintangi Scarlett Johansson tayang di Disney+ Hotstar Indonesia.


Reporter: Noverius Laoli |

JAKARTA. Alumni Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Dipo Alam angkat bicara. Ia mengritik sikap mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum yang mulai melontarkan sejumlah tuduhan menjurus kepada keluarga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Saya harapkan, bung Anas konsentrasi pada masalah hukum yang ada dan tidak usaha menganggap diri sebagai unwanted child. Bapak presiden tetap sebagai bapak," ujar Dipo di Kantor Presiden, Kamis (28/2).

Dipo yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabinet tersebut mengaku pernah menasihati Anas. Sebagai sesama alumni di HMI, Dipo meminta permasalahannya diungkap secara baik-baik. Ia menasehatkan Anas sebagai adik, agar berkonsentrasi saja pada masalah hukumnya di KPK. Apalagi, di mata Dipo status baru Anas sebagai tersangka bukanlah akhir dunia.

Mantan aktivis yang pernah dipenjara pada zaman Soeharto ini berharap agar Anas sebagai mantan Ketua PB HMI periode 1997-1999, tidak juga melibatkan HMI dalam kasus yang menimpanya. Kata Dipo, HMI merupakan organisasi independen dan tidak terkait masalah politik apalagi masalah pribadi. Mengingat pada 7 Maret nanti HMI mengadakan kongres, Dipo meminta Anas mendukung berlangsungnya kongres tersebut.

Pada kesempatan itu juga, Dipo meminta Anas untuk tidak terlalu curiga bahwa statusnya sebagai tersangka merupakan sebuah konspirasi politik maupun konspirasi zionis. "Masalah hukum bukanlah masalah politik apalagi zionis," ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×